Pasien sembuh dari COVID-19 di Jakarta bertambah 373 orang

Pasien sembuh dari COVID-19 di Jakarta bertambah 373 orang

Pedagang Pasar Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur, mengantre tes usap atau swab test yang diselenggarakan oleh petugas Puskesmas setempat, Jumat (26/6/2020). (ANTARA/HO-Puskesmas Duren Sawit)

Jakarta (ANTARA) - Jumlah pasien sembuh dari paparan Corona Virus Desease 2019 (COVID-19) di DKI Jakarta pada Senin bertambah 373, namun kasus baru meningkat 231 dan korban meninggal tambah satu orang.

Berdasarkan data Pemprov DKI Jakarta, untuk pasien sembuh COVID-19 tercatat 8.036 orang, kemudian untuk kasus positif sebanyak 12.526 orang. Adapun yang meninggal dunia ada 659 orang (sebelumnya 658 orang).

Sebanyak 493 pasien masih menjalani perawatan di rumah sakit dan 3.340 orang melakukan isolasi mandiri (self isolation) di rumah.

"Sedangkan untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) berjumlah 511 orang dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 731 orang," kata Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia.

Secara total, menurut laman https://corona.jakarta.go.id/ 511 orang berstatus ODP adalah mereka yang sedang dalam pemantauan yang merupakan bagian dari 99.512 kasus ODP dengan 98.853 telah selesai pemantauan dan 148 di antaranya meninggal dunia.

Baca juga: Warga Jakarta Pusat diimbau tak takut tes COVID-19
Baca juga: 169 pedagang Pasar Bambu Kuning dites cepat COVID-19


Sementara untuk 731 orang berstatus PDP adalah yang masih menjalani perawatan, yang merupakan bagian dari 18.332 jumlah total PDP dengan 15.597 dipulangkan dan dinyatakan sehat serta 2.004 lainnya meninggal dunia

Dinas Kesehatan DKI Jakarta juga menyatakan sampai dengan 5 Juli 2020 sudah ada 344.439 sampel  yang telah diperiksa dengan tes Polymerase Chain Reaction (PCR) untuk mendeteksi COVID-19 di lima wilayah DKI Jakarta.

Untuk tes PCR pada 5 Juli 2020 dilakukan pada 3.234 orang. Sebanyak 2.748 tes dilakukan untuk menegakkan diagnosis pada kasus baru (yang awalnya terdeteksi pada hasil reaktif pengujian rapid test) dengan hasil 231 positif dan 2.517 negatif.

Sementara untuk "testing rate" pada pemeriksaan PCR di Jakarta yang dilakukan sejak 1 Maret 2020 adalah 15.946 tes per 1 juta penduduk. Dalam periode 1 minggu terakhir, yaitu 29 Juni-5 Juli 2020, telah dilakukan 2.397 tes per 1 juta penduduk per minggu.

Jumlah ini telah melebihi target WHO 1.000 tes per 1 juta penduduk per minggu dengan "positivity rate testing" PCR seminggu terakhir, yaitu 5,66 persen.
 

Pewarta: Ricky Prayoga
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Kasus aktif dan kematian COVID-19 Indonesia lebih kecil dari rata-rata dunia

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar