Perusahaan furnitur dan perkebunan sawit melantai bareng di bursa

Perusahaan furnitur dan perkebunan sawit melantai bareng di bursa

Jajaran direksi PT Boston Furnitures (atas) menerima sertifikat pencatatan saham perdana di BEI, Jakarta, Selasa (7/7/2020). ANTARA/HO-SOFA-PGUN

Kami percaya dengan melantainya PT Boston Furniture Industries Tbk, kami dapat mengembangkan perusahaan kami sehingga bisa menjadi produsen furnitur yang menjadi kebanggaan Indonesia. Oleh karena itu, dalam proses pencapaian tersebut, kami ingin meng
Jakarta (ANTARA) - Perusahaan furnitur PT Boston Furniture Industries Tbk dan perusahaan perkebunan dan pengolahan kelapa sawit PT Pradiksi Gunatama Tbk resmi melantai bareng di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui mekanisme penawaran umum perdana atau IPO.

"Kami percaya dengan melantainya PT Boston Furniture Industries Tbk, kami dapat mengembangkan perusahaan kami sehingga bisa menjadi produsen furnitur yang menjadi kebanggaan Indonesia. Oleh karena itu, dalam proses pencapaian tersebut, kami ingin mengajak masyarakat Indonesia untuk dapat menjadi bagian dari perjalanan kami tersebut," kata Direktur Utama Boston Furnitures Hardy Satya saat pencatatan saham perdana secara virtual di Jakarta, Selasa.

Perusahaan berkode emiten SOFA itu melepas 400 juta lembar saham ke publik atau 24,24 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh.

Adapun harga saham SOFA yaitu Rp100 per lembar saham sehingga dana yang terhimpun dari masyarakat mencapai Rp40 miliar.

Perseroan menunjuk PT Danatama Makmur Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek.

"Ke depannya, kami berencana untuk memperluas pangsa pasar dengan cara meningkatkan kapasitas serta efisiensi produksi serta melakukan inovasi secara terus menerus pada produk furnitur yang dihasilkan," ujar Hardy.

Baca juga: Bursa pertimbangkan aktifkan kembali perdagangan sesi "pra-pembukaan"

Baca juga: Pemegang saham setujui laporan tahunan BEI


Sementara itu, PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) melepas 900 juta lembar saham ke publik atau 18 persen dari modal disetor dan ditempatkan perseroan.

Harga saham PGUN Rp115 per saham sehingga perseroan merapu dana segar Rp103,5 miliar.

"Dana hasil IPO ini, setelah dikurangi biaya-biaya emisi, akan digunakan perseroan untuk belanja modal seperti membuka lahan dan tanaman baru, pengembangan dermaga (jetty), pembangunan berupa pengerasan jalan serta untuk membangun fasilitas perumahan karyawan dan sisanya akan digunakan sebagai modal kerja perseroan," kata Direktur Keuangan dan Administrasi PT Pradiksi Gunatama Tbk Tamlikho.

Dalam aksi korporasi tersebut, perseroan menunjuk PT Investindo Nusantara Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek serta PT Panin Sekuritas Tbk dan PT Panca Global Sekuritas sebagai penjamin emisi efek.

Pada perdagangan perdana, saham SOFA terpantau naik 10 poin atau 10 persen menjadi Rp110 per lembar saham. Sedangkan saham PGUN tercatat menguat 40 poin atau 34,78 persen menjadi Rp155 per lembar saham.

Baca juga: BEI minta investor tak khawatirkan 13 manajer investasi jadi tersangka

Baca juga: BEI tegaskan akan terus jaga optimisme pasar

 

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Ada stimulus bagi investor untuk gairahkan pasar modal

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar