Gempa bermagnitudo 5,4 di Rangkasbitung getarannya terasa di Jakarta

Gempa bermagnitudo 5,4 di Rangkasbitung getarannya terasa di Jakarta

Arsip Foto. Seismograf pendeteksi getaran akibat gempa bumi. ANTARA/Shutterstock/pri. (.)

Jakarta (ANTARA) - Gempa bumi bermagnitudo 5,4 yang pada Selasa pukul 11.44.14 WIB terjadi di 18 km barat daya Rangkasbitung, Banten, getarannya terasa hingga wilayah DKI Jakarta.

"Getaran gempa terasa pada skala II MMI di Jakarta," kata Kepala Kepala Bidang Informasi Gempabumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Tiar Prasetya di Jakarta.

Getaran gempa pada skala II Modified Mercalli Intensity (MMI) dirasakan oleh beberapa orang dan membuat benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

Gempa di Rangkasbitung getarannya juga dirasakan di Lebak pada skala III-IV MMI; Cihara, Rangkasbitung, Bayah, Pandeglang, Malingping, Cibeber, Banjarsari, dan Sukabumi pada skala III MMI; Depok dan Bandung pada skala II-III MMI; serta Tangerang Selatan pada skala II MMI.

Getaran pada skala III MMI dirasakan nyata dalam rumah seakan-akan ada truk berlalu dan getaran pada skala IV MMI dirasakan oleh orang banyak di dalam rumah dan beberapa orang di luar rumah serta menimbulkan gerabah pecah, jendela/pintu berderik, dan dinding berbunyi.

Gempa bumi dengan magnitudo 5,4 pada Selasa pukul 11.44.14 WIB yang pusatnya berada di koordinat 6.69 Lintang Selatan, 106.14 Bujur Timur, pada kedalaman 82 km berdasarkan pemodelan BMKG gempa tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Baca juga:
Guncangan akibat gempa di Laut Jawa dirasakan di wilayah yang luas

Gempa bermagnitudo 6,1 di Laut Jawa tidak berpotensi tsunami

Pewarta: Desi Purnamawati
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2020

BNPB: Empat korban meninggal dunia akibat Gempa Banten

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar