Emas tembus level 1.800 dolar AS, ketika kasus virus melonjak lagi

Emas tembus level 1.800 dolar AS, ketika kasus virus melonjak lagi

Warga menunjukkan emas batangan 25 gram sebelum dijual di Butik Emas Logam Mulia Antam, Bandung, Jawa Barat, Rabu (8/1/2020). ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/wsj.

Setiap kali ada ketakutan, itu selalu menjadi faktor pendukung untuk emas, apakah itu virus corona, atau ketakutan terhadap ekonomi yang tidak berjalan baik
Chicago (ANTARA) - Emas berjangka naik lagi pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), menembus level psikologis 1.800 dolar AS per ounce, karena lonjakan tajam pada kasus COVID-19 mendorong harapan untuk langkah-langkah kebijakan moneter yang lebih akomodatif dan permintaan terhadap logam mulia yang dianggap aset safe-haven.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus di divisi COMEX New York Mercantile Exchange, terangkat 16,4 dolar AS atau 0,91 persen, menjadi ditutup pada 1.809,90 dolar AS per ounce. Sehari sebelumnya emas berjangka juga naik 3,5 dolar AS atau 0,2 persen menjadi 1.793,50 dolar AS per ounce.

Baca juga: Emas naik ketika lonjakan kasus virus pudarkan data AS yang positif Akhir pekan lalu, emas berjangka turun tipis 2,70 dolar AS atau 0,15 persen menjadi 1.787,30 dolar AS per ounce, setelah naik 10,1 dolar AS atau 0,57 persen menjadi 1.790,00 dolar AS per ounce pada Kamis (2/7/2020), dan jatuh 20,6 dolar AS atau 1,14 persen menjadi 1.779,90 dolar AS per ounce pada Rabu (1/7/2020).

"Setiap kali ada ketakutan, itu selalu menjadi faktor pendukung untuk emas, apakah itu virus corona, atau ketakutan terhadap ekonomi yang tidak berjalan baik," kata Michael Matousek, kepala pedagang di Global Investors AS, dikutip dari Reuters.

"Jika portofolio Anda di emas terlalu rendah jika sepertinya emas akan terus membuat reli baru, Anda akan ingin menambahkannya."

Langkah-langkah stimulus besar-besaran untuk membatasi kerusakan ekonomi dari pandemi virus corona telah mendukung emas, yang secara luas dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan penurunan nilai mata uang. Harga telah naik lebih dari 18 persen sepanjang tahun ini.

Melonjaknya kembali kasus virus corona di AS membuat pemilik bisnis "gugup lagi," Presiden Bank Federal Reserve Atlanta Raphael Bostic mengatakan pada Selasa (7/7/2020).

"Kami memiliki pelemahan awal dalam harga, dilihat sebagai peluang pembelian oleh para pedagang yang memperkirakan harga akan lebih tinggi dari sini dan kami memang mendorong ke ketinggian baru hampir sembilan tahun di emas berjangka hari ini," kata analis senior Kitco Metals Jim Wyckoff.

"Pedagang emas dan perak juga melihat lebih jauh ke arah implikasi inflasi dari semua langkah bank sentral yang telah memasukkan uang ke dalam sistem."

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman September naik 11,7 sen atau 0,63 persen, menjadi ditutup pada 18,699 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober naik 25,5 dolar AS atau 3,04 persen, menjadi ditutup pada 863,2 dolar AS per ounce.

Baca juga: Harga emas sedikit berubah, dibayangi percepatan kasus baru Corona
Baca juga: Harga emas naik 10,1 dolar, dipicu pelemahan dolar dan ketakutan virus

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

 Keuntungan berinvestasi emas bagi warga di tengah COVID-19

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar