Anak usaha PGN bantu pelanggan terdampak COVID-19

Anak usaha PGN bantu pelanggan terdampak COVID-19

Perwakilan PT Gagas Energi Indonesia (Gagas), anak usaha PT PGN Tbk, menyerahkan bantuan sembako kepada pengemudi bajaj yang terdampak COVID-19. ANTARA/Dokumentasi PT PGN Tbk

Para pengemudi angkutan umum yang biasanya bergantung dari pendapatan harian, merasakan dampak dari berkurangnya aktivitas masyarakat dan penggunaan transportasi publik
Jakarta (ANTARA) - PT Gagas Energi Indonesia (Gagas), anak usaha PT PGN Tbk, memberikan bantuan berupa sembako kepada para pelanggan yang terdampak pandemi COVID-19.

"Pembagian sembako untuk pelanggan Gasku terdampak COVID-19 ini sebenarnya telah dilakukan sebelumnya pada Mei 2020 sebanyak 60 paket sembako di wilayah Batam, Kepri. Kemudian, pembagian tahap kedua dilakukan pada 27 Juni lalu, yang diberikan kepada pengguna Gasku yang sebagian besar adalah pengemudi taksi dengan total 55 paket sembako," ungkap Direktur Utama PT Gagas Energi Indonesia Muhammad Hardiansyah dalam informasi tertulis yang diterima ANTARA di Jakarta, Rabu.

Baca juga: Dirut: PGN telah bangun jargas sepanjang 3.838 km, 537.936 sambungan

Ia menambahkan, selain Batam, paket sembako juga diberikan kepada pengguna Gasku di sekitar SPBG dan MRU Gagas di berbagai wilayah dengan jumlah total 545 paket.

Menurut Hardiansyah, wabah virus COVID-19 pada 2020 ini berdampak signifikan terhadap kehidupan masyarakat.

Berkurangnya aktivitas masyarakat juga ikut berpengaruh pada penggunaan transportasi publik seperti angkutan umum, bus kota, bajaj, dan taksi.

"Para pengemudi angkutan umum yang biasanya bergantung dari pendapatan harian, merasakan dampak dari berkurangnya aktivitas masyarakat dan penggunaan transportasi publik. Tidak terkecuali pengemudi transportasi umum pengguna Gasku di berbagai daerah seperti di Jabodetabek, Sukabumi, Serang, Cilegon, Surabaya, dan Batam. Maka dari itu, kami tergerak untuk membantu mereka," ujar Hardiansyah.

Perwakilan dari Blue Bird, Wahyu Hidayat selaku Kepala Operasi Pool Batam menyatakan sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh Gagas khususnya untuk pengemudi taksi Blue Bird yang mengalami penurunan pendapatan akibat pandemi ini.

Hardiansyah menambahkan bantuan yang diberikan kepada pelanggan Gasku, diberikan secara bertahap.

Pada awal persebaran COVID-19, Maret lalu, Gagas memberikan bantuan masker dan hand sanitizer untuk para sopir bajaj, serta penyemprotan disinfektan baik pada bajaj, SPBG maupun MRU yang beroperasi.

Selanjutnya, PGN melalui Gagas membagikan paket sembako untuk dua komunitas BBG yaitu Kobagas dengan anggota pengemudi bajaj dan Pakegas dengan anggota pengemudi angkot di Bogor beberapa waktu lalu.

Sebanyak 300 paket sembako berisikan kebutuhan sehari-hari seperti beras, minyak goreng, gula dan mie instan diberikan di beberapa titik, di antaranya SPBG Ketapang dan SPBG Bogor untuk mengurangi kontak fisik dan mencegah timbulnya keramaian.

Pada waktu yang sama, Gagas juga membagikan 100 uang elektronik kepada kendaraan yang mengisi BBG di SPBG untuk mempermudah transaksi secara nontunai dan meminimalisir perpindahan uang tunai untuk mencegah bakteri dan virus.

Pembagian ini secara langsung diberikan oleh Direktur Keuangan Gagas Eri Surya Kelana.

"Kami siap untuk terjun meringankan beban masyarakat selama masa darurat COVID-19, baik melalui bantuan sembako maupun alat kesehatan, serta berkontribusi dalam program-program sosial pemerintah untuk penanganan COVID-19," tambah Hardiandyah.

Hardiansyah berharap Gagas dapat melaksanakan pembagian sembako selanjutnya untuk meringankan beban para pengguna Gasku khususnya yang terdampak COVID-19 sejak Maret 2020 lalu.

Tak hanya melalui energi baik gas bumi, Gagas juga senantiasa mengoptimalkan bantuan yang nyata bagi masyarakat di tengah kondisi yang belum membaik saat ini.

Gasku merupakan produk gas bumi PGN melalui Gagas, sebagai bahan bakar gas (BBG) berbasis CNG (compressed natural gas) untuk sektor transportasi yang terjangkau, aman, dan ramah lingkungan.

Selain harganya terjangkau, bahan bakar Gasku mampu menghasilkan pembakaran yang sempurna dan lebih bersih sehingga bisa membuat kinerja mesin lebih baik, serta awet dengan perawatan yang efisien.

Sejauh ini, PGN melalui Gagas telah menyalurkan gas bumi untuk untuk sektor transportasi sebesar 1,3 BBTUD, melalui 12 stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG) dan 4 mobile refueling unit (MRU) yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Baca juga: PGN implementasikan harga gas industri 6 dolar AS/MMBTU
Baca juga: PGN salurkan sembako dapur umum penanganan covid-19

Pewarta: Afut Syafril Nursyirwan
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

PGN siap dukung pemerintah turunkan harga gas industri

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar