AP I operasikan penerbangan internasional Bandara YIA-Kuala Lumpur

AP I operasikan penerbangan internasional Bandara YIA-Kuala Lumpur

PTS General Manager Bandara Internasional Yogyakarta Agus Pandu Purnama. (Foto ANTARA/Sutarmi)

Mulai hari ini, penerbangan internasional rute Bandara Internasional Yogyakarta-Kuala Lumpur (Malaysia) sudah beroperasi. Dengan jumlah penumpang lumayan.
Kulon Progo (ANTARA) - PT Angkasa Pura I mulai mengoperasikan penerbangan internasional di Bandara Internasional Yogyakarta, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, dengan tujuan Kuala Lumpur, Malaysia.

"Mulai hari ini, penerbangan internasional rute Bandara Internasional Yogyakarta-Kuala Lumpur (Malaysia) sudah beroperasi. Dengan jumlah penumpang lumayan," kata PTS General Manager Bandara Internasional Yogyakarta Agus Pandu Purnama di Kulon Progo, Rabu.

Ia mengatakan berdasarkan laporan yang masuk, jumlah penumpang maskapai AirAsia dari Kuala Lumpur (Malaysia) ke Bandara Internasional Yogyakarta mencapai 70 persen atau sekitar 100 penumpang lebih dari total kuota kursi 140.

Baca juga: Penerbangan di Bandara Timika mulai normal

Untuk sementara, penerbangan internasional hanya dilayani satu maskapai, yakni AirAsia yang beroperasi tiga kali dalam satu minggu karena masih mengikuti perkembangan minat masyarakat dan perkembangan COVID-19.

"Nanti akan berlangsung penerbangan internasional dari Bandara Internasional Yogyakarta-Singapura. Saat ini, maskapai dari Singapura juga sudah siap beroperasi," katanya.

Agus Pandu mengatakan alasan utama pembukaan atau pengoperasian penerbangan internasional lebih cepat dari rencana awal yakni tingginya permintaan penerbangan internasional.

"Selain itu, pertimbangannya yakni maskapai dan Bandara Internasional Yogyakarta dalam menerapkan protokol kesehatan sangat serius. Artinya perjalanan dengan persyaratan ketat ini, mereka tidak akan tertular, termasuk protokol kesehatan di maskapai juga super ketat," katanya.

Baca juga: Penerbangan dari Kuala Lumpur diizinkan kapasitas penuh

Penumpang penerbangan internasional harus membawa kelengkapan hasil polymerase chain reaction (PCR) test. Yang berangkat dari Malaysia wajib memiliki dan membawa dokumen bahwa mereka bebas COVID-19 dengan menunjukkan bukti hasil PCR.

"Sampai di Bandara Internasional Yogyakarta akan diperiksa secara ketat oleh petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) tentang keabsahan dokumen tersebut. Kemudian, yang berangkat pun demikian, mereka juga harus menunjukkan hasil PCR baru boleh melakukan perjalanan ke luar negeri dengan masa tujuh hari," katanya.

Baca juga: AP I prediksi aktivitas penerbangan pulih pada pertengahan 2021

Agus Pandu juga mengaku perkembangan penerbangan di Bandara Internasional Yogyakarta sejak April 2020 hingga saat ini cukup bagus. Pada awal pengoperasian terbatas hanya dua penerbangan, sekarang sudah ada 36 penerbangan.

"Satu bulan terakhir ini, terjadi kenaikan penerbangan signifikan, hingga 36 penerbangan per hari. Dengan jumlah penumpang rata-rata 2.500 hingga 3.000 penumpang per hari. Artinya, masyarakat sudah mulai bergerak, memanfaatkan sarana transportasi udara dengan baik," katanya.

Namun menurut dia, protokol kesehatan tetap diterapkan secara ketat, tidak bebas. Penumpang diwajibkan memiliki dokumen bebas COVID-19, yaitu hasil rapid test yang berlaku 14 hari. Di Bandara Internasional Yogyakarta, pihaknya juga melakukan pemeriksaan secara ketat.

"Artinya dengan kepercayaan masyarakat terhadap penerapan protokol kesehatan di bandara inilah, yang mendorong masyarakat menggunakan jasa transportasi udara," katanya.

Dia mengatakan hampir semua maskapai penerbangan domestik memberikan pelayanan di Bandara Internasional Yogyakarta, mulai dari Garuda Group (Garuda dan Citylink), Lion Group (Wings, Batik Air), sekarang ada AirAsia dan Sriwijaya Air.

"Penerbangan di Bandara Internasional Yogyakarta akan semakin banyak, seiring membaiknya kondisi COVID-19 yang terkendali," katanya.

Pewarta: Sutarmi
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar