Australia bermitra dengan Muhammadiyah, NU tanggapi COVID-19

Australia bermitra dengan Muhammadiyah, NU tanggapi COVID-19

Ketua Satuan Tugas NU Peduli COVID-19 dr Muhamad Makky Zamzani (kiri) dan Wakil Ketua Bidang Kerjasama dan Advokasi MCCC PP Muhammadiyah dr Corona Rintawan (tengah) saat diskusi daring di Jakarta, Kamis. (ANTARA/ (Muhammad Zulfikar)

Kolaborasi ini bertujuan untuk membantu mendukung pemerintah dalam memperkuat ketahanan masyarakat dan rumah tangga dalam menghadapi COVID-19 dan beradaptasi dengan new normal melalui peningkatan upaya pencegahan berbasis masyarakat
Jakarta (ANTARA) - Australia akan menyediakan 2,2 juta dolar Australia (sekitar Rp22 miliar) kepada lembaga penanggulangan bencana Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU) untuk mendukung organisasi-organisasi tersebut menanggapi COVID-19.

Dana tersebut akan mendukung kegiatan pencegahan berbasis masyarakat, membangun kapasitas lokal, dan memastikan ketahanan pangan bagi rumah tangga yang penghidupannya terganggu akibat pandemi.

“Karena pandemi ini berlangsung dengan cepat dan dampak jangka panjangnya masih belum diketahui, kami menempatkan fokus yang kuat pada bantuan melalui organisasi lokal untuk mendukung upaya pemerintah dalam fase respons dan pemulihan,” kata Duta Besar Australia untuk Indonesia Gary Quinlan dalam keterangan tertulis, Rabu.

Melalui program Kemitraan Indonesia Australia untuk Kesiapsiagaan Bencana (SIAP SIAGA), Australia akan memberikan 1 juta dolar Australia kepada NU untuk Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI NU) dan 1,2 juta dolar Australia ke Muhammadiyah Disaster Management Centre (MDMC).

Baca juga: Australia-UNICEF bekerjasama bantu respons Indonesia terhadap COVID-19
Baca juga: Australia-WHO bekerjasama dukung respons Indonesia terhadap COVID-19


"Kolaborasi ini bertujuan untuk membantu mendukung pemerintah dalam memperkuat ketahanan masyarakat dan rumah tangga dalam menghadapi COVID-19 dan beradaptasi dengan new normal melalui peningkatan upaya pencegahan berbasis masyarakat," kata Ketua LPBI NU M Ali Yusuf.

Sementara MDMC akan fokus pada kampanye pendidikan dan memastikan keamanan pangan kelompok yang paling rentan seperti korban PHK, mereka yang tidak menerima bantuan sosial pemerintah, rumah tangga yang dikepalai wanita, lansia, dan penyandang disabilitas, ujar Wakil Ketua MDMC Rahmawati Husein.

Program SIAP SIAGA juga bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan kementerian lain untuk mendukung pekerjaan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di Indonesia yang mengoordinasikan respons terhadap krisis ini.

SIAP SIAGA adalah kemitraan lima tahun antara pemerintah Indonesia dan Australia untuk memperkuat manajemen risiko bencana di Indonesia.

Australia telah mengadaptasi program pembangunan untuk tahun 2019-2020, yang diperkirakan sebesar 298,5 juta dolar Australia di Indonesia, dan memprioritaskan 44,8 juta dolar Australia untuk mendukung respons kesehatan, kemanusiaan, dan ekonomi Indonesia terhadap COVID-19, termasuk 21 juta dolar Australia dalam bentuk inisiatif-inisiatif baru.

Baca juga: Australia berikan dukungan ke PMI dalam penanganan COVID-19
Baca juga: Australia kucurkan 35 miliar bantu Indonesia tangani COVID-19


Pewarta: Yashinta Difa Pramudyani
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Menlu Retno dorong kolaborasi obat dan vaksin COVID-19 ASEAN-Australia

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar