Siem Reap larang perdagangan daging anjing

Siem Reap larang perdagangan daging anjing

Dokumentasi - Sejumlah pekerja membongkar muatan mobil yang membawa puluhan anjing di rumah jagal Phnom Penh, Kamboja (26/10/2019). ANTARA//FOUR PAWS/Handout via REUTERS/aa.

Mereka menyukainya, itu sebabnya restoran-restoran menyajikannya, jadi sekarang kami perlu melarangnya
Phnom Penh (ANTARA) - Provinsi di Kamboja yang dikenal oleh wisatawan, Siem Reap, telah melarang perdagangan dan penyembelihan anjing untuk diambil dagingnya karena hewan tersebut dianggap setia dan mampu melindungi properti bahkan melayani militer.

Siem Reap yang terkenal dengan reruntuhan kuno Angkor Wat, adalah provinsi pertama yang mengeluarkan larangan seperti itu di Kamboja, di mana diperkirakan tiga juta anjing disembelih setiap tahun untuk dikonsumsi dagingnya.

Siem Reap, dikunjungi oleh lebih dari dua juta wisatawan setiap tahun, telah diidentifikasi sebagai pusat perdagangan daging anjing di Kamboja, menurut kelompok kesejahteraan hewan FOUR PAWS.

Direktur Departemen Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan Provinsi Siem Reap Tea Kimsoth mengatakan permintaan itu didorong oleh wisatawan asing, terutama asal Korea Selatan, yang termasuk di antara pengunjung yang paling sering mengonsumsi.

"Daging anjing telah jauh lebih populer setelah kedatangan orang asing, terutama diantara orang Korea Selatan," kata Tea Kimsoth kepada Reuters, dan menyebut bahwa perdagangan semacam itu semakin "mengkhawatirkan".

"Mereka menyukainya, itu sebabnya restoran-restoran menyajikannya, jadi sekarang kami perlu melarangnya," ia melanjutkan.

Baca juga: Taiwan larang konsumsi daging anjing dan kucing
Baca juga: Diskusi perdagangan daging anjing digelar di Bali


Siapa pun yang kedapatan menjual daging anjing akan diharuskan menandatangani perjanjian untuk tidak melakukannya lagi, kemudian didenda jika kembali melakukan pelanggaran.

Larangan itu mengatakan anjing tidak boleh disembelih karena mereka adalah hewan peliharaan setia yang mampu melindungi rumah dan peternakan dan membantu militer.

Meskipun banyak kampanye menentangnya, konsumsi dan perdagangan daging anjing masih terjadi di beberapa bagian Laos, Vietnam, Kamboja, dan Thailand, meskipun anjing dicintai sebagai hewan peliharaan keluarga.

Diantara konsumen terbesar anjing yang diperdagangkan adalah Vietnam, di mana beberapa orang percaya bahwa makan daging anjing membawa keberuntungan.

Katherine Polak, kepala FOUR PAWS Stray Animal Care di Asia Tenggara, menyebut larangan yang diterapkan Siem Reap bersejarah dan mencerminkan sentimen publik.

"Kami berharap bahwa Siem Reap akan menjadi model bagi seluruh negara," katanya.

Sumber: Reuters

Baca juga: Festival daging anjing di China tetap diselenggarakan
Baca juga: Corona, Shenzhen larang warga makan daging kucing & anjing

Penerjemah: Yashinta Difa Pramudyani
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Kunjungi PT Inka, Delegasi Kamboja kagumi kereta buatan Indonesia

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar