DPP Partai Berkarya ambil tindakan tegas terkait gejolak internal

DPP Partai Berkarya ambil tindakan tegas terkait gejolak internal

Ketua Umum Partai Berkarya Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

Jakarta (ANTARA) - Dewan Pimpinan Pusat Partai Berkarya menyatakan akan mengambil tindakan tegas atas gejolak internal partai tersebut yang sempat mengancam musyawarah nasional luar biasa.

Ketua Umum Partai Berkarya Hutomo Mandala Putra dalam rapat pleno DPP, di Jakarta, Rabu, mengatakan sikap tegas itu berupa mencabut keanggotaan dan mencopot oknum yang membuat kisruh di internal partai.

"Dengan izin rapat pleno ini dan dukungan DPW, saya akan ambil tindakan tegas untuk mencabut keanggotaan dan mencopot sebagai pengurus juga sebagai anggota majelis tinggi partai, karena hal itu dimungkinkan sesuai AD ART," katanya.

Baca juga: Presidium Penyelamat Partai Berkarya mendesak digelar Munas Luar Biasa

Ketua Partai Berkarya yang akrab disapa Tommy Soeharto itu mengatakan mencermati dinamika internal Partai Berkarya belakangan ini menimbulkan pro dan kontra, baik di tingkat DPP, DPW, DPD, DPC dan bahkan juga pada anggota partai.

Menurut dia, pada satu sisi memiliki nilai positif karena menimbulkan kesadaran positif kritis terhadap kemajuan Partai Berkarya.

"Pada level itu dinamika internal menjadi sesuatu yang baik dan patut diapresiasi sebagai tanda kebesaran Partai Berkarya untuk masa yang akan datang," katanya.

Namun di sisi lain, kata Tommy, dinamika yang awalnya positif justru menjadi kebablasan, tindakan oknum yang mengatasnamakan dirinya majelis tinggi partai telah mengambil langkah yang tidak seharusnya dilakukan.

Tindakan tersebut berupa pembekuan kepengurusan DPP Partai Berkarya padahal, jika ada masalah, menurut dia, bisa dibicarakan dengan baik, melalui forum yang telah diatur dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga partai.

Baca juga: Risalah pertemuan Partai Berkarya dan PKS, dari Oposisi sampai Pilkada

"Sungguh disayangkan dinamika yang tidak produktif itu semakin dipertontonkan dengan membentuk presidium penyelamat Partai Berkarya yang ironisnya ingin melaksanakan munaslub," ucapnya.

Seharusnya kata Tommy karena jika benar memiliki niat yang baik untuk kemajuan dan kebesaran partai, maka seharusnya bisa saling menahan diri dan bersabar sambil menunggu waktu yang tepat untuk mengadakan aktivitas yang dibutuhkan partai.

"Selaku ketua umum, saya yakinkan sungguh-sungguh bekerja membangun partai agar menjadi salah satu partai yang diperhitungkan masa mendatang, tentunya dapat terwujud jika kita bergerak bersama mewujudkannya, dengan merapatkan barisan, mematangkan diri secara kolektif dari segala hal yang dibutuhkan partai," ujarnya.

Baca juga: Partai Berkarya berencana massifkan foto Soeharto

Pewarta: Boyke Ledy Watra
Editor: Joko Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

KPU tetapkan 55 calon terpilih anggota DPRD Provinsi Papua

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar