Rusia sebut sanksi unilateral di tengah pandemi "sangat konyol"

Rusia sebut sanksi unilateral di tengah pandemi "sangat konyol"

Tangkapan layar: Duta Besar Rusia untuk Indonesia Lyudmila Vorobieva dalam temu media rutin yang digelar secara virtual, Rabu (8/7/2020). (ANTARA/Suwanti)

Resolusi penting ini menekankan pentingnya respons global yang komprehensif dan inklusif terhadap pandemi di bawah peran koordinasi PBB,
Jakarta (ANTARA) - Rusia menyebut sanksi yang dijatuhkan oleh satu negara secara sepihak, khususnya di tengah pandemi COVID-19 saat ini, sebagai hal yang konyol karena menghambat upaya negara-negara dunia untuk memerangi wabah tersebut.

Duta Besar Rusia untuk Indonesia Lyudmila Vorobieva menyatakan hal itu dalam temu media virtual pada Rabu, terkait dengan Resolusi 2532 mengenai perlawanan terhadap COVID-19 yang diadopsi oleh Dewan Keamanan PBB.

"Saya ingin menekankan perlunya menangguhkan sanksi unilateral ilegal yang membatasi potensi negara-negara, khususnya negara berkembang dan negara miskin, untuk merespons tantangan terkait pandemi virus corona," kata Lyudmila.

"(Sanksi itu) sangat konyol dalam situasi sulit seperti sekarang, ketika sejumlah negara berusaha untuk mencegah negara lain mengakses pengobatan dan peralatan yang amat diperlukan untuk melawan wabah," ujar dia menambahkan.

Baca juga: Menlu Iran gambarkan sanksi AS sebagai terorisme ekonomi
Baca juga: Pemimpin Iran cari cara pertahankan ekonomi akibat sanksi AS


Pada 1 Juli, Dewan Keamanan PBB secara aklamasi mengadopsi Resolusi 2532, sebagai bentuk dukungan terhadap seruan Sekretaris Jenderal PBB untuk gencatan senjata dalam konflik bersenjata yang terjadi di dunia, menyasar upaya bersama melawan pandemi COVID-19.

"Resolusi penting ini menekankan pentingnya respons global yang komprehensif dan inklusif terhadap pandemi di bawah peran koordinasi PBB," ujar Lyudmila.

Lyudmila tidak secara langsung menyebut nama negara, maupun secara spesifik merespons pemberian sanksi mana yang ia maksud. Namun belakangan, sanksi yang dijatuhkan Amerika Serikat (AS) kepada Iran mendapat perhatian, khususnya dari Rusia dan China.

Akhir Mei dan awal Juni lalu, Rusia dan China secara terpisah mengirimkan surat kepada Dewan Keamanan PBB serta Sekretaris Jenderal PBB bahwa mereka menentang ancaman sanksi AS terhadap Iran.

Pemerintah Iran sendiri mengatakan bahwa tahun ini merupakan tahun terberat bagi negaranya akibat sanksi AS dan wabah COVID-19.

Baca juga: Iran minta AS cabut sanksi karena persulit penanganan pandemi COVID-19
Baca juga: Khamenei sebut sanksi AS memaksa Iran menjadi "mandiri"

Pewarta: Suwanti
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Satu astronot AS dan dua astronot Rusia lepas landas ke ISS

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar