Kasus COVID-19 melonjak, Uzbekistan berlakukan "lockdown" lanjutan

Kasus COVID-19 melonjak, Uzbekistan berlakukan "lockdown" lanjutan

Total 1 juta masker sudah didonasikan oleh Hytera untuk Uzbekistan, Filipina, Thailand, Myanmar, Rusia, Afrika Selatan dan negara-negara lain. (Antara/BUSINESS WIRE)

Tashkent (ANTARA) - Uzbekistan akan memberlakukan karantina wilayah  lanjutan mulai 10 Juli hingga 1 Agustus guna menekan lonjakan kasus baru COVID-19 sejak dihapusnya pembatasan pada akhir Mei sampai awal Juni.

Pemerintah negara Asia Tengah itu pada Rabu mengatakan bahwa pihaknya akan membatasi mobilitas kendaraan serta menutup mal perbelanjaan bukan makanan, pasar, taman, kafe, restoran serta tempat hiburan.

Uzbekistan melihat lonjakan baru COVID-19 pada Juni usai mencabut banyak pembatasan yang diterapkan sebelumnya. Pihaknya mengonfirmasi hampir 11.000 kasus COVID-19 dengan 40 kematian, lebih dari setengahnya terjadi dalam dua pekan belakangan.

Negara tetangga Kazakhstan juga menerapkan kembali penguncian mulai 5 Juli, mengingat terjadinya lonjakan kasus COVID-19.

Namun pembatasan baru di kedua negara itu tidak cukup ketat dibanding periode Maret - Mei ketika mereka secara total mengunci semua provinsi dan menutup semua usaha yang tak mendesak.

Sumber: Reuters

Baca juga: Uzbekistan Airways ubah jet penumpang jadi pesawat kargo akibat corona
Baca juga: Asia Tengah perketat pembatasan saat corona menyebar
Baca juga: Turki bakal ekspor alat deteksi corona ke Uzbekistan dan Kyrgyzstan

Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Indonesia tahan imbang Uzbekistan 0-0

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar