Foto-foto teler Johnny Depp terungkap di sidang kedua

Foto-foto teler Johnny Depp terungkap di sidang kedua

Foto yang diduga Johnny Depp terkapar di lantai dihadirkan di Pengadilan Tinggi di London, Inggris (8/7/2020). (via REUTERS/High Court handouts)

Jakarta (ANTARA) - Persidangan kedua kasus pencemaran nama baik Johnny Depp yang melibatkan surat kabar Inggris The Sun mengungkap sejumlah foto yang memperlihatkan sang aktor yang tengah teler berat.

Foto diambil oleh Amber Heard, mantan istri dia, pada tahun 2013 di dalam apartemen Heard di Los Angeles, Amerika Serikat.

Salah satu foto menampilkan dua gelas berisi wiski dan sebuah kotak bergambar tengkorak perak dengan tulisan "milik JD" yang kemungkinan berisi kokain.

Di foto itu juga ada empat garis bubuk kokain di dekat sebuah kartu kredit dan sedotan.

Sang aktor film "Pirates of the Caribbean" berusia 57 tahun itu mengaku memang pagi itu dia minum alkohol dan menyesap kokain setelah bertengkar dengan Heard.

"Itu argumen yang cukup buruk," kata Depp, menurut The Sun. "Aku benar-benar pakai kokain dan wiski pagi itu," PageSix, Kamis.

Pada hari foto diambil, saudara perempuan Heard, Whitney Henriquez, tiba di rumah pasangan itu dan merasa tempat itu sangat berantakan, kata Sasha Wass, pengacara yang mewakili tabloid itu.

"Whitney dihadapkan dengan banyak kekacauan - wiski, garis-garis kokain di atas meja dapur - dan mata Nona Heard yang sangat merah dan tampak sedang menangis," kata Wass, menurut The Sun.

Baca juga: Sidang Johnny Depp vs The Sun dimulai hari ini

Baca juga: Reputasi Johnny Depp dipertaruhkan dalam kasus dugaan kekerasan

 
Foto bukti dalam persidangan Johnny Depp (8/7/2020) (via REUTERS/High Court handouts)


Depp menanggapi: "Saya tidak ingat tingkat kehancuran yang digambarkan Whitney."

Tetapi dia mengatakan dia ingat dia "duduk di meja kaca ketika dia datang dan saya sedang minum wiski."

Di pengadilan hari Rabu (8/7), dia membantah menampar Heard yang menertawakan tato bertuliskan "Wino forever" miliknya.

"Dia adalah satu-satunya orang yang mengemukakan gagasan itu - bahwa saya adalah monster ketika saya minum, minum kokain atau merokok mariyuana," katanya tentang Heard, menurut The Sun.

Sasha Wass bilang Depp menampar tiga kali setelah Heard menertawakan tato itu.

"Itu tidak benar," kata Depp.

"Aku tidak ingat argumen apa pun tentang tato itu," lanjut aktor "Charlie and the Chocolate Factory" itu.

Pengacara itu kemudian menuduhnya menampar dan menendang Heard, sambil memanggilnya "murahan dan pelacur," pada tahun 2014 karena dia pikir dia berselingkuh dengan James Franco, lawan main Heard dalam film.

Depp mengaku "tidak nyaman" saat tahu Heard bekerja kembali dengan lawan mainnya di "Pineapple Express", karena dia sebelumnya menyebut Franco "menyeramkan dan memperkosa" - dan dia percaya keduanya berselingkuh.

Tetapi dia membantah klaim Wass bahwa dia menampar dan menendang Heard saat bertengkar tentang Franco dalam penerbangan jet pribadi - meskipun dia mengakui bahwa dia mungkin memanggilnya "pelacur dan murahan."

"Ada kemungkinan Nona Heard dan saya bertengkar ketika kata-kata itu keluar dari mulut saya, tetapi saya tidak marah dan mulai berteriak padanya di depan semua orang itu," kata Depp.

Dia juga membantah klaim bahwa dia menggantung anjing terrier Yorkshire milik Heard serta keluar dari mobil yang bergerak.

"Itu bukan ide saya tentang kesenangan," katanya. "Meskipun selera humor saya agak miring."

Dihadapkan dengan pesan teks yang dia kirim ke sesama aktor Paul Bettany - mengatakan dia pergi ke pesta makan yang mengakibatkan "dia pingsan, meneriakkan kata-kata kotor dan menghina setiap (orang) yang mendekat" - mengatakan: "Saya mungkin telah melakukan hal-hal yang saya tak ingat lagi."

Namun, dia bersikeras, "Saya jelas bukan orang yang kejam - terutama pada wanita.

Baca juga: Johnny Depp dituduh serang istri saat mabuk di pesawat

Baca juga: Johnny Depp murka ketika tato "Wino Forever" ditertawakan Amber Heard

Baca juga: Kesaksian Johnny Depp pada sidang pertama, bantah pukul Amber Heard

Penerjemah: Ida Nurcahyani
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar