Padang (ANTARA News) - Masa tanggap darurat di Kabupaten Agam dan Padang Pariaman pascagempa Sumbar 7,6 skala richter, belum dicabut karena di dua daerah itu masih terdapat sejumlah pengungsi yang membutuhkan bantuan.

"Di dua daerah tersebut masih ada para pengungsi yang berada di tenda-tenda pengungsian. Mereka masih membutuhkan kebutuhan dasar hidup," kata Plt Gubernur Sumbar, Marlis Rahman, di Padang, Minggu.

Di Kabupaten Agam, tercatat masih ada sekitar tiga ribu orang yang berada di tenda pengungsian dan terus diupayakan penanganannya.

"Khusus untuk Kabupaten Agam ada dua alternatif yang diberikan yakni dengan relokasi di sekitar daerah Danau Maninjau, dimana ada sekitar kurang lebih dua hektare tanah yang bisa dipakai untuk relokasi itu," katanya.

Dia menambahkan, alternatif yang kedua para pengungsi yang ada tersebut akan ikut transmigrasi lokal ke daerah yang aman.

"Untuk transmigrasi lokal ini ada ide cermelang dari Bupati Agam yaitu relokasi ini dilakukan persuku yang ada di daerah tersebut," jelasnya.

Jumlah pengungsian yang ada di Kabupaten Agam sebanyak 1.482 kepala keluarga yang berasal dari Jorong Pandan, Galapung, Batu Naggai, Muko Jalan, Pantas, Sigiran, Sungai Tampan.

Sedangkan untuk di Kabupaten Padang Pariaman jumlah pengungsi tercatat sebanyak 398 kepala keluarga (kk).
(*)

Pewarta:
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2009