Mitos atau fakta, penderita diabetes dilarang berolahraga?

Mitos atau fakta, penderita diabetes dilarang berolahraga?

Ilustrasi olahraga (ANTARA/Pixabay)

Jakarta (ANTARA) - Penderita diabetes dilarang untuk berolahraga agar tidak semakin memperparah penyakitnya, benarkah demikian?

Beberapa informasi menyebutkan bahwa orang dengan penyakit diabetes tidak dianjurkan untuk melakukan aktivitas fisik seperti berolahraga, namun menurut pakar penyakit diabetes, dr. Dante Saksono, Sp.PD., Ph.D., KEMD hal tersebut tidaklah benar.

dr. Dante menyatakan olahraga dapat membantu insulin bekerja lebih baik, dengan begitu gula darah bisa lebih turun.

"Tapi ada tipsnya, jangan minum obat yang bisa menurunkan gula darah sebelum olahraga. Kalau dia minum obat diabetes sebelum olahraga terus dia enggak makan, maka gula darah akan drop. Tapi kalau dia minum obat sesudah olahraga, sebelum makan itu yang benar," ujar dr. Dante dalam bincang-bincang daring Tropicana Slim, Jumat.

Baca juga: Kadar gula penderita diabetes naik saat COVID-19

Baca juga: Alpukat bisa menangkal diabetes


Menurut dr. Dante, olahraga dapat berfungsi untuk menurunkan dosis obat pasein diabetes. Misalnya, seorang pasien biasa mengkonsumsi obat 2 mg, dengan berolahraga dosisnya bisa berkurang menjadi 1 mg saja. Hal tersebut terjadi karena insulin yang diproduksi jadi lebih sensitif.

"Keuntungannya olahraga bisa mengurangi komplikasi yang timbul akibat diabetesnya. Orangnya akan lebih sehat, sirkulasi jantungnya lebih bagus, sirkulasi darah di kakinya lebih bagus, pembuluh darahnya lebih bagus dengan olahraga," jelas dr. Dante.

"Tapi ada juga yang harus diperhatikan. Kalau gula darahnya terlalu tinggi atau di atas 300 dari batas normal, ia tidak diperkenankan berolahraga. Jadi apa yang harus dilakukan, cek gula darah dulu, jangan minum obat sebelum olahraga," lanjutnya.

dr. Dante mengatakan olahraga apapun boleh dilakukan oleh penderita diabetes, asalkan dikerjakan dengan senang hati. Sebab hal ini akan berpengaruh pada kontinuitas seseorang untuk menjalaninya setiap hari.

"Olahraga yang bagus itu yang ia senang, kalau ia senang ia akan semangat dan melakukannya secara rutin. Tapi kalau yang bagus itu HIIT (high intensity interval training) dengan melakukan speed intensity yang keras terus slow lagi dan ini udah ada penelitiannya bisa menurunkan gula darah 30-40 persen," kata dr. Dante.

Baca juga: Alasan buah pir bagus jadi bagian menu makan rutin Anda

Baca juga: Khasiat buah naga untuk diabetes hingga jantung

Baca juga: Khasiat jamur untuk diabetes


 

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Dirjen P2P Kemenkes pastikan tenaga ahli diabetes di Indonesia mencukupi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar