Prancis desak Israel cabut rencana aneksasi Tepi Barat

Prancis desak Israel cabut rencana aneksasi Tepi Barat

Khadeeja Bisharat, seorang seniman Palestina, berdiri bersama putrinya Remas menikmati pemandangan Lembah Jordan di Tepi Barat Palestina yang diduduki Israel, (18/6/2020). ANTARA/REUTERS/Raneen Sawafta/aa.

Paris (ANTARA) - Presiden Prancis Emmanuel Macron mendesak Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu agar mencabut rencana apa pun soal aneksasi wilayah di Tepi Barat dan di tempat lainnya, demikian Kepresidenan Prancis melalui pernyataan, Jumat.

Melalui percakapan telepon pada Kamis, Macron mengingatkan Netanyahu soal "komitmen Prancis terhadap perdamaian di Timur Tengah dan meminta Netanyahu agar menahan diri untuk tidak mengambil langkah aneksasi apa pun terhadap wilayah Palestina," bunyi pernyataan tersebut.

Macron mengatakan bahwa "langkah seperti itu akan menerobos hukum internasional sekaligus membahayakan kemungkinan solusi dua negara dan pencapaian perdamaian yang adil dan abadi antara Israel dan Palestina."

Netanyahu sebelumnya menetapkan 1 Juli sebagai tanggal awal atas rencana aneksasi Lembah Jordan dan sejumlah permukiman lainnya di Tepi Barat. Pada 1 Juli Netanyahu tak mengeluarkan pernyataan apa pun tentang penundaan atau pembatalan rencana tersebut. Kantornya hanya mengatakan perdana menteri akan terus menggelar diskusi dengan delegasi AS "dalam beberapa hari ke depan.'

Pada 6 Juli Menteri Luar Negeri Israel Gabi Ashkenazi mengatakan kepada Kan Bet Radio bahwa aneksasi di pendudukan Tepi Barat saat ini tidak masuk dalam agenda pemerintah.

Sumber: Xinhua
Baca juga: Presiden Prancis beritahu Netanyahu "beri kesempatan" kepada perdamaian
Baca juga: Menlu negara-negara Arab peringatkan aneksasi israel picu konflik
Baca juga: Australia prihatin terhadap rencana Israel aneksasi Tepi Barat

 

Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar