Revitalisasi dua pasar rakyat di Malang dilanjutkan di tengah pandemi

Revitalisasi dua pasar rakyat di Malang dilanjutkan di tengah pandemi

Kondisi Pasar Mergan, di Kecamatan Klojen, Kota Malang, Jawa Timur, Sabtu (11/7/2020), yang akan direvitalisasi oleh Pemerintah Kota Malang. (ANTARA/Vicki Febrianto)

Pembangunan Pasar Mergan dan Pasar Kasin diperkirakan selesai pada akhir 2020
Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melanjutkan program revitalisasi dua pasar rakyat di tengah pandemi Virus Corona baru atau COVID-19.

Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan Kota Malang Wahyu Setianto mengatakan bahwa dua pasar rakyat yang dilanjutkan proses pembangunannya adalah Pasar Mergan,di Kecamatan Klojen dan Pasar Kasin di Kecamatan Sukun.

Wahyu menjelaskan pembangunan atau revitalisasi dua pasar rakyat tersebut membutuhkan biaya sebesar Rp6,4 miliar. Pendanaan pembangunan pasar tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja daerah (APBD) Kota Malang.

Pasar Mergan dan Pasar Kasin pada 2019 telah direvitalisasi untuk pembenahan tahap pertama. Untuk tahap kedua dimulai pada 2020, namun sempat tertunda akibat adanya pandemi COVID-19.

"Seharusnya ada empat pasar yang dibangun tapi akhirnya hanya bisa dua pasar saja, karena anggaran dialihkan untuk penanganan COVID-19," kata Wahyu.

Baca juga: Pasar rakyat di Malang Raya bisa terapkan ganjil genap saat PSBB

Dua pasar lain yang seharusnya direvitalisasi tersebut, lanjut Wahyu, adalah Pasar Kota Lama di Kecamatan Kedungkandang dan Pasar Bunulrejo di Kecamatan Blimbing. Sementara untuk Pasar Mergan dan Pasar Kasin ditargetkan pembangunan rampung pada akhir 2020.

"Pembangunan Pasar Mergan dan Pasar Kasin diperkirakan selesai pada akhir 2020," kata Wahyu.

Selama pandemi COVID-19 pasar rakyat yang ada di wilayah Kota Malang masih beroperasi dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Beberapa protokol yang diterapkan antara lain adalah para pedagang dan pembeli wajib menggunakan masker, pengukuran suhu tubuh, penyediaan tempat untuk mencuci tangan, dan pemberlakuan sistem ganjil-genap untuk pedagang.

Hingga saat ini di Kota Malang tercatat ada 323 orang positif terjangkit virus yang pertama kali merebak di Wuhan, China itu. Dari total tersebut, sebanyak 88 orang dinyatakan sembuh, 26 orang meninggal dunia, dan sisanya masih berada dalam perawatan.

Baca juga: OJK Malang dorong sektor riil menggeliat pada era normal baru

Pewarta: Vicki Febrianto
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

APPSI: Pasar-pasar tradisional perlu direvitalisasi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar