Moeldoko ajak generasi milenial kontribusi wujudkan ketahanan pangan

Moeldoko ajak generasi milenial kontribusi wujudkan ketahanan pangan

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko saat audiensi dengan Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) di Gedung Bina Graha, Jakarta pada Senin (13/7/2020). ANTARA/HO-KSP/am.

Dalam dunia pertanian, perlu banyak anak muda yang berkontribusi
Jakarta (ANTARA) - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko mengajak generasi muda, termasuk juga generasi milenial, untuk turut berkontribusi dalam mewujudkan ketahanan pangan.

Moeldoko saat audiensi dengan Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, mengatakan cita-cita bangsa untuk mewujudkan ketahanan pangan merupakan tanggung jawab bersama seluruh masyarakat.

“Dalam dunia pertanian, perlu banyak anak muda yang berkontribusi. Masalah tanah yang rusak dan sempit, kendala modal karena urusan administratif, soal manajemen hingga pasca panen dapat diselesaikan dengan teknologi. Maka petani tidak hanya sekadar hidup, tapi menata hidupnya lebih baik," kata Moeldoko melalui keterangan tertulis.

Moeldoko menjelaskan dengan memanfaatkan teknologi modern, upaya mewujudkan ketahanan pangan seperti pengolahan tanah, perluasan penanaman, hingga masa panen dapat dilakukan lebih mudah dan efektif.

"Tidak semua tanah bisa ditanam dengan kedelai, jagung, bawang atau kepala sawit. Namun, dengan adanya aplikasi, bisa diketahui bagaimana perkembangan dan prediksi panen, membuat pasokan dan permintaan didukung data yang kuat," ujarnya.

Mengenai dampak pandemi COVID-19, pemerintah memiliki proyeksi jumlah pengangguran di Indonesia bertambah 2,9 juta orang, dan masyarakat miskin bertambah sekitar 2,4 juta orang. Selain itu, sektor industri, pariwisata dan pertanian juga akan turut terdampak pandemi COVID-19.

Moeldoko mengatakan pemerintah akan berupaya keras untuk mengurangi dampak sosial dan ekonomi dari pandemi COVID-19.

"Pemerintah tidak hanya memprioritaskan sektor kesehatan, tapi juga ekonomi dan sosial," ujarnya.

Dari aspek teknologi, berdasarkan laporan dari Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek), kata Moeldoko, Indonesia mampu memproduksi uji cepat (rapid test) dengan harga yang jauh lebih terjangkau.

"Pandemi ini sebuah momentum untuk melakukan banyak riset mengenai metode, strategi, teknik dan cara-cara baru di bidang kesehatan," ujar Mantan Panglima TNI itu.

Di kesempatan yang sama Ketua Umum DPP AMPI Dito Ariotedjo menjelaskan pihaknya ingin berkontribusi lebih banyak bagi pembangunan Indonesia.

Sekjen DPP AMPI Akbar Leluasa juga menjelaskan program pemuda bertani yang diinisiasi oleh pihaknya untuk memaksimalkan potensi anak muda dalam bertani.

"Ini untuk menjawab kekhawatiran kekurangan petani di masa depan. Ini semua pada dasarnya bertujuan untuk meningkatkan pangan nasional," ujarnya.

Sementara itu, Deputi IV KSP Juri Ardiantoro mengatakan memang terdapat penambahan kasus positif COVID-19 secara drastis dalam beberapa hari terakhir. Namun, hal itu dikarenakan terus meningkatnya kapasitas uji spesimen untuk mendiagnosa COVID-19 di Indonesia.

Baca juga: Mentan optimistis pembangunan lumbung pangan di Kalteng
Baca juga: Pupuk Kaltim-KTNA Banyuwangi panen demplot dukung ketahanan pangan

 

Pewarta: Indra Arief Pribadi
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2020

ANTARA buka pameran foto ‘Indonesia Bergerak 1900-1942’

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar