Kementerian PUPR lanjutkan penataan Puncak Waringin KSPN Labuan Bajo

Kementerian PUPR lanjutkan penataan Puncak Waringin KSPN Labuan Bajo

Proyek penataan sentra souvenir Puncak Waringin oleh Kementerian PUPR dalam rangka mendukung KSPN Labuan Bajo. Dokumentasi Kementerian PUPR

Kita memang harus membina para kontraktor kecil, agar kualitas hasilnya baik sesuai harapan, karena Labuan Bajo akan dijadikan destinasi premium
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat atau PUPR melanjutkan penataan Puncak Waringin sebagai pusat cenderamata Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menekankan bahwa, penataan Kawasan pusat cenderamata Puncak Waringin membutuhkan ketelitian tinggi dengan mengedepankan kualitas artistik dan unsur seni.

"Puncak Waringin memang belum selesai seluruhnya. Saya lihat memang masih ada beberapa yang perlu perbaikan. Kita memang harus membina para kontraktor kecil, agar kualitas hasilnya baik sesuai harapan, karena Labuan Bajo akan dijadikan destinasi premium, jadi hasilnya harus artistik betul. Mudah-mudahan bisa diperbaiki pada tahap II," kata Menteri Basuki dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin.

Kawasan Puncak Waringin merupakan sentra cenderamata yang dapat menjadi pusat kegiatan perbelanjaan berbagai produk khas dan tradisional di Labuan Bajo. Dengan keberadaan sentra cenderamata tersebut, masyarakat dapat menjual barang-barang dan kerajinan setempat, seperti kain tenun, kopi, tas, boneka, sepatu, dan perhiasan.

Pada tahun 2020, Kementerian PUPR melanjutkan penataan Puncak Waringin tahap II dengan lingkup kegiatan berupa pembangunan pusat cenderamata, bangunan area tenun dilengkapi dengan toilet dan mushola, bangunan pos jaga dan ruang genset, taman dan teater di ruang terbuka, area parkir serta jalan setapak. Pembangunan tahap II saat ini progresnya telah mencapai 20,01 persen dengan nilai kontrak sebesar Rp18,2 miliar, yang akan selesai di akhir Desember 2020.

Sebelumnya pada periode 1 Agustus - 28 Desember 2019, Kementerian PUPR telah menyelesaikan penataan Puncak Waringin tahap pertama dengan komponen kegiatan terdiri dari Gedung Utama yang berfungsi sebagai lounge dan pusat cenderamata serta viewing deck dengan biaya sebesar Rp9,3 miliar.

Sebagai salah satu tujuan wisata unggulan di Indonesia, Labuan Bajo akan berubah wajahnya di masa mendatang karena saat ini tengah dilakukan pembangunan berbagai infrastruktur oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Hal ini merupakan upaya Pemerintah mendorong Labuan Bajo sebagai destinasi wisata premium yang menarik minat turis domestik dan mancanegara.

Baca juga: Dukung KSPN Labuan Bajo, PUPR lakukan penataan Goa Batu Cermin
Baca juga: Menteri PUPR: Lima destinasi wisata super tetap prioritas pemerintah

Pewarta: Aji Cakti
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Proyek banyak tertunda, Kementerian PUPR godok protokol jasa konstruksi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar