DPR nilai bagus, Kemenhan diminta prioritaskan belanja dalam negeri

DPR nilai bagus, Kemenhan diminta prioritaskan belanja dalam negeri

Wakil Ketua Komisi I DPR RI Abdul Kharis Almasyhari. (ANTARA/ Abdu Faisal)

Baik, ya, sepanjang dalam negerinya ada, khususnya alutsista
Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Dr Abdul Kharis Almasyhari mengapresiasi dorongan bagi sejumlah kementerian, termasuk Kementerian Pertahanan (Kemenhan) untuk memprioritaskan belanja dalam negeri dan dinilai sebagai langkah bagus.

"Baik, ya, sepanjang dalam negerinya ada, khususnya alutsista (alat utama sistem persenjataan)," kata Andul Kharis, saat dihubungi di Jakarta, Senin.

Menurut dia, semangat untuk memenuhi kebutuhan alutsista dari dalam negeri sudah ada sejak lama, tetapi memang tidak semua kebutuhan alutsista bisa diproduksi dalam negeri.

Ia mencontohkan pesawat tempur yang selama ini memang mengharuskan Pemerintah Indonesia untuk pembelian dari negara lain.

"Kan enggak semuanya bisa dibeli di Indonesia. Misalnya (F-16) Viper, pesawat tempur," kata politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut.

Karena itu, Kharis mengatakan sepanjang kebutuhan pertahanan tersebut bisa dipenuhi dalam negeri, maka tidak menjadi persoalan.

"Namun, tidak menutup kemungkinan untuk membeli dari luar," katanya pula.
Baca juga: Anggota DPR minta pemerintah segera remajakan alutsista TNI


Sebelumnya, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) meminta seluruh kementerian dan lembaga agar menghentikan anggaran belanja produk dari luar negeri dan seluruh belanja diprioritaskan untuk belanja di dalam negeri.

Belanja Pemerintah, dinilainya menjadi penggerak utama bagi perekonomian di tengah pandemi saat ini, sehingga regulasi yang berkaitan dengan belanja Pemerintah dapat lebih disederhanakan sesuai dengan kebutuhan di masa pandemi.

"Saya minta semuanya dipercepat, terutama yang anggarannya besar-besar. Ini Kemendikbud ada Rp70,7 triliun, Kemensos Rp104,4 triliun, Kemenhan Rp117,9 triliun, Polri Rp92,6 triliun, Kementerian Perhubungan Rp32,7 triliun," kata Jokowi.

Presiden meminta jajarannya untuk bekerja dalam konteks krisis atau tidak seperti dalam keadaan normal biasa, sehingga pembelanjaan pemerintah juga harus mengutamakan produk-produk di dalam negeri.
Baca juga: DPR desak Kemhan audit alutsista TNI terkait jatuhnya pesawat

Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Delegasi Kementerian Pertahanan Filipina kunjungi PT Pindad

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar