Penjaga perdamaian PBB tewas akibat serangan di Republik Afrika Tengah

Penjaga perdamaian PBB tewas akibat serangan di Republik Afrika Tengah

Milisi bersenjata membunuh 34 warga sipil dalam serangan di Republik Afrika Tengah pada Selasa, kata juru bicara pemerintah, dengan memberikan batas waktu bagi pentolan kelompok tersebut agar menyerahkan pelaku kepada pihak berwenang. (REUTERS/Emmanuel Braun)

Bangui (ANTARA) - Milisi menewaskan salah satu penjaga perdamaian PBB asal Rwanda dan melukai dua personel lainnya dalam serangan terhadap konvoi di barat laut Republik Afrika Tengah pada Senin, kata PBB.

Serangan, di prefektur Nana-Mambere, diduga dilancarkan oleh kelompok bersenjata Return, Reclamation and Rehabilitation (3R), menurut pernyataan PBB yang mengecam serangan tersebut.

Republik Afrika Tengah diguncang kekerasan sejak 2013 ketika sebagian besar gerilyawan Muslim Selaka menggulingkan presiden Francois Bozize, sehingga memicu aksi balasan dari sebagian besar milisi Kristen. Penjaga perdamaian PBB dikerahkan pada 2014.

Kekerasan pun mereda setelah adanya perjanjian damai yang ditandatangani pada Februari 2019 antara pemerintah dan 14 kelompok bersenjata, termasuk 3R, menyusul pembicaraan di Khartoum.

Namun seperti perjanjian sebelumnya, perjanjian ini memberikan tanda-tanda kegagalan.

Konflik di Republik Afrika Tengah menewaskan lebih dari satu juta orang, PBB melaporkan.

Sumber: Reuters
Baca juga: Kelompok bersenjata bunuh 34 warga sipil di Republik Afrika Tengah
Baca juga: Sekjen PBB kunjungi pusat konflik di Republik Afrika Tengah
Baca juga: Empat anggota pasukan penjaga perdamaian PBB tewas di Republik Afrika Tengah

Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar