Pemkot Mataram jaga ketat pintu masuk cegah penyebaran COVID-19

Pemkot Mataram jaga ketat pintu masuk cegah penyebaran COVID-19

Sejumlah pengendara yang tidak menggunakan masker dan helm tidak diizinkan masuk ke wilayah Kota Mataram, dan diminta putar balik oleh petugas gabungan dari Dinas Perhubungan Kota Mataram, TNI/Polri. (Foto: ANTARA News/Nirkomala.dok)

faktanya warga keluar dan masuk Mataram banyak yang tidak disiplin protokol kesehatan
Mataram (ANTARA) - Pemerintah Kota Mataram akan kembali melakukan penjagaan ketat sejumlah pintu masuk ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Barat tersebut sebagai upaya mencegah penyebaran COVID-19.

Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh di Mataram, Selasa, mengatakan penjagaan kembali sejumlah pintu masuk Kota Mataram, untuk menghindari terjadinya penularan COVID-19 yang saat ini masih terjadi di Kota Mataram dan Lombok Barat.

Baca juga: Masih zona merah, jadwal masuk sekolah di Mataram-NTB belum pasti

"Karena itu, kita akan perketat lagi penjagaan di pintu masuk dengan menempatkan TNI/Polri, Satgas COVID-19 di bawah koordinasi Dinas Perhubungan," katanya.

Dikatakan, kegiatan penjagaan pada sejumlah pintu masuk Kota Mataram itu diterapkan kembali sebagai bagian mengedukasi masyarakat agar bisa disiplin menerapkan protokol kesehatan mencegah COVID-19.

"Dari evaluasi yang kita lakukan, faktanya warga yang keluar dan masuk Mataram banyak tidak disiplin terhadap protokol kesehatan, sehingga kita perlu mengingatkan kembali," katanya.

Baca juga: Pemkot Mataram siagakan 650 satgas COVID-19 di pasar tradisional

Apalagi Mataram saat ini masih masuk zona merah COVID-19 karena berdasarkan data terakhir gugus pada Senin (13/7) pukul 22.00 Wita, secara kumulatif kasus positif COVID-19 di Kota Mataram sampai sebanyak 708 orang. Sebanyak 259 orang masih dalam perawatan, 401 orang dinyatakan sembuh dan 48 orang meninggal dunia.

Selain itu, terdata juga 1.948 orang pasien dalam pengawasan (PDP), 19 orang dalam pemantuan (ODP) dan 200 orang tanpa gejala (OTG).

Sementara Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mataram M Saleh yang dikonfirmasi terkait kegiatan pengawasan di pintu masuk, mengatakan akan terlebih dahulu melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak terkait lainnya.

Baca juga: Pemkot Mataram kembali tutup objek wisata dan ruang publik

Koordinasi dilakukan untuk mengetahui berapa personel dan apa saja yang dibutuhkan untuk melakukan penjagaan di pintu masuk Kota Mataram, termasuk menentukan pintu masuk yang akan dijaga.

"Pintu masuk Mataram ada 13 titik dan kita akan evaluasi simpul-simpul masuk kota yang mana yang terpenting untuk dijaga," katanya.

Beberapa pintu masuk kota yang dianggap padat dan perlu dijaga ketat antara lain, di Gerimak pintu masuk dari timur, Tembelok, Gapura Tembolak pintu masuk bagian selatan dan Rembiga pintu masuk dari utara.

Baca juga: Gugus Tugas COVID-19 Mataram tertibkan aktivitas warga di CFD Udayana

Baca juga: NTB beri perhatian ekstra COVID-19 di Kota Mataram


 

Pewarta: Nirkomala
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Talas Beneng jadi produk unggulan dari Kabupaten Pandeglang

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar