Kemenkeu katakan lelang SUN serap Rp22 triliun

Kemenkeu katakan lelang SUN serap Rp22 triliun

Ilustrasi - Direktur Surat Utang Negara pada Ditjen Pengelolaan Pembiayaan dan Resiko Kemenkeu Loto S. Ginting memperlihatkan informasi tentang Savings Bond Ritel (SBR) seri SBR005 ketika peluncuran di Jakarta. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/wsj/pri.

Dalam lelang kali ini, para investor meminati SUN yang memiliki tenor jangka panjang seperti FR0081, FR0082, FR0080, FR0083 dan FR0076
Jakarta (ANTARA) - Pemerintah menyerap dana Rp22 triliun dari lelang tujuh seri Surat Utang Negara (SUN) untuk memenuhi sebagian pembiayaan dalam anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) dengan total penawaran masuk Rp61,16 triliun.

Keterangan pers Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan (Kemenkeu) di Jakarta, Selasa, menyatakan lelang ini melebihi target indikatif yang ditetapkan Rp20 triliun.

"Dalam lelang kali ini, para investor meminati SUN yang memiliki tenor jangka panjang seperti FR0081, FR0082, FR0080, FR0083 dan FR0076," kata keterangan pers itu.

Untuk seri FR0081, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp8,05 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 6,28603 persen. Penawaran untuk obligasi yang jatuh tempo pada 15 Juni 2025 ini mencapai Rp25,1 triliun.

Imbal hasil terendah yang masuk bagi seri obligasi yang mempunyai tingkat kupon 6,5 persen ini mencapai 6,25 persen dan imbal hasil tertinggi yang masuk sebesar 6,5 persen.

Untuk seri FR0082, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp6,75 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 7,04768 persen. Penawaran untuk obligasi yang jatuh tempo pada 15 September 2030 ini mencapai Rp15,48 triliun.

Imbal hasil terendah yang masuk bagi seri obligasi yang mempunyai tingkat kupon 7,0 persen ini mencapai 7,0 persen dan imbal hasil tertinggi yang masuk sebesar 7,2 persen.

Untuk seri FR0080, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp3,7 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 7,54382 persen. Penawaran untuk obligasi yang jatuh tempo pada 15 Juni 2035 ini mencapai Rp9,03 triliun.

Imbal hasil terendah yang masuk bagi seri obligasi yang mempunyai tingkat kupon 7,5 persen ini mencapai 7,51 persen dan imbal hasil tertinggi yang masuk sebesar 7,67 persen.

Untuk seri FR0083, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp2,05 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 7,56444 persen. Penawaran untuk obligasi yang jatuh tempo pada 15 April 2040 ini mencapai Rp5,46 triliun.

Imbal hasil terendah yang masuk bagi seri obligasi yang mempunyai tingkat kupon 7,5 persen ini mencapai 7,52 persen dan imbal hasil tertinggi yang masuk sebesar 7,9 persen.

Untuk seri FR0076, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp1,45 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 7,63939 persen. Penawaran untuk obligasi yang jatuh tempo pada 15 Mei 2048 ini mencapai Rp4,01 triliun.

Imbal hasil terendah yang masuk bagi seri obligasi yang mempunyai tingkat kupon 7,375 persen ini mencapai 7,6 persen dan imbal hasil tertinggi yang masuk sebesar 7,85 persen.

Pemerintah tidak memenangkan lelang masuk untuk SUN dengan tenor jangka pendek seperti SPN03201015 dan SPN12210429 meski penawaran masuk mencapai masing-masing Rp0,3 triliun dan Rp1,75 triliun.

Sebelumnya, dalam lelang tujuh seri SUN pada Selasa (30/6), pemerintah menyerap dana sebesar Rp20,5 triliun dari penawaran masuk mencapai Rp72,03 triliun.

Baca juga: Sri Mulyani: Tingginya penawaran SUN tanda kepercayaan pelaku pasar

Baca juga: Menkeu Sri Mulyani: Pasar keuangan domestik masih tertekan

 

Pewarta: Satyagraha
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Cegah penuaan dini dengan tabir surya

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar