Inggris larang Huawei kelola 5G, buat marah China dan senangkan Trump

Inggris larang Huawei kelola 5G, buat marah China dan senangkan Trump

Ilustrasi - Bendera Inggris dan smartphone dengan logo jaringan Huawei dan 5G terlihat pada motherboard PC dalam gambar ilustrasi yang diambil 29 Januari 2020. ANTARA/REUTERS / Dado Ruvic /File Photo/pri.

Jelas konteksnya telah sedikit berubah dengan beberapa sanksi yang telah diberikan AS
London (ANTARA) - Perdana Menteri Boris Johnson pada Selasa menetapkan akan melarang operasi Huawei untuk jaringan 5G di Inggris -- hal yang membuat marah China tetapi menyenangkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Larangan untuk Huawei itu dilakukan pemerintah Inggris dengan menyampaikan bahwa perusahaan pembuat peralatan telekomunikasi terbesar di dunia itu tidak lagi diterima di Barat.

Amerika Serikat telah mendorong PM Johnson membalikkan keputusan yang dibuat pada Januari untuk memberi Huawei peran terbatas dalam pengelolaan jaringan 5G.

Keputusan itu dibuat saat London kecewa dengan tindakan keras China di Hong Kong dan adanya persepsi bahwa China tidak mengatakan seluruh kebenaran tentang wabah virus corona.

Baca juga: Soal diblokir Inggris, Huawei sebut tak masuk akal
Baca juga: Inggris akan coret Huawei dari rencana 5G


Sekarang, ketika Inggris bersiap untuk meninggalkan Uni Eropa, Johnson akan mengambil risiko kemarahan dari China dengan memerintahkan penyingkiran peralatan Huawei yang menurut Amerika Serikat dapat digunakan untuk memata-matai negara Barat.

Dewan Keamanan Nasional Inggris (NSC), yang diketuai oleh PM Johnson, bertemu pada Selasa pagi untuk membahas tentang Huawei. Sekretaris urusan Media Oliver Dowden kemudian akan mengumumkan keputusan kepada Dewan Perwakilan Inggris.

Alasan langsung untuk pergantian kebijakan terhadap Huawei itu adalah dampak sanksi baru AS terhadap teknologi chip, yang menurut London mempengaruhi kemampuan Huawei untuk tetap menjadi pemasok yang dapat diandalkan.

"Jelas konteksnya telah sedikit berubah dengan beberapa sanksi yang telah diberikan AS," kata Sekretaris Lingkungan Hidup George Eustice kepada Sky News ketika ditanya tentang Huawei.

Dalam hal perbandingan terkait antagonisme Perang Dingin dengan Uni Soviet, Amerika Serikat khawatir bahwa dominasi 5G adalah tonggak menuju supremasi teknologi China yang dapat menentukan geopolitik abad ke-21.

Data yang lebih cepat dan peningkatan kapasitas jaringan 5G akan menjadikannya sebagai dasar industri dan pendorong pertumbuhan ekonomi.

Sebagai negara dengan kekuatan intelijen paling kuat di Barat setelah Amerika Serikat, Inggris diawasi oleh para sekutunya dalam membuat keputusan tentang Huawei.

Perusahaan-perusahaan telekomunikasi sudah harus membatasi peran Huawei dalam jaringan 5G hingga 35 persen pada 2023.

Upaya untuk mengurangi peran Huawei menjadi nol dalam waktu dua hingga empat tahun sekarang sedang dibahas, meskipun para operator mengatakan bila dilakukan terlalu cepat, hal itu dapat mengganggu layanan dan terbukti berbiaya mahal.

AKHIR DARI 'ERA EMAS'?

Menutup jaringan Huawei, yang didirikan oleh mantan insinyur Tentara Pembebasan Rakyat pada 1987, menandai berakhirnya masa yang disebut oleh mantan Perdana Menteri Inggris David Cameron sebagai "era emas" dalam hubungan Inggris dan China.

Sebelumnya, Cameron pernah bersulang tentang hubungan kedua negara dan minum bir dengan Presiden Xi Jinping di sebuah pub Inggris, yang kemudian dibeli oleh sebuah perusahaan China.

Trump telah berulang kali meminta London untuk melarang operasi Huawei yang oleh Washington disebut sebagai agen negara Komunis China - sebuah argumen yang mendapat dukungan dari Partai Konservatif pendukung Johnson.

Pihak Huawei membantah bahwa perusahaan itu adalah mata-mata untuk China dan mengatakan Amerika Serikat ingin menggagalkan pertumbuhannya karena tidak ada perusahaan AS yang dapat menawarkan jangkauan teknologi yang sama dengan harga yang kompetitif.

China mengatakan pelarangan terhadap salah satu perusahaan teknologi global andalannya itu akan memiliki konsekuensi yang luas.

Duta Besar China untuk Inggris mengatakan pembalikan arah kebijakan terhadap Huawei akan merusak citra Inggris yang harus menanggung konsekuensi jika memperlakukan China sebagai musuh.

Pada Januari, Johnson menantang Trump dengan mengizinkan keterlibatan Huawei -- yang dianggap perusahaan berisiko tinggi -- dalam pengelolaan jaringan 5G di Inggris, namun dibatasi hanya hingga 35 persen.

Johnson mengecualikan Huawei dari pengelolaan jaringan "inti" 5G yang sensitif di mana data diproses, serta dari jaringan dan lokasi penting seperti situs nuklir dan militer.

Huawei dan para pelanggannya -- termasuk BT, Vodafone dan Three --sedang menunggu untuk melihat seberapa luas dan seberapa cepat pelarangan baru itu akan diterapkan, di mana ratusan juta poundsterling akan dipertaruhkan berdasarkan hasil penerapan larangan tersebut.

Pemasok peralatan telekomunikasi skala besar lainnya di Inggris adalah Ericsson dari Swedia dan Nokia dari Finlandia.

Anggota parlemen Inggris telah menyesalkan bahwa tidak ada perusahaan Barat yang menawarkan peralatan bernilai sama dengan Huawei, namun ada seruan untuk membuat konsorsium perusahaan telekomunikasi Barat untuk dapat bersaing dengan China.

Sumber: Reuters

Baca juga: Kepala NATO pada Huawei: tinjauan keamanan 5G di Inggris penting
Baca juga: Inggris umumkan UU untuk mencegah pengambilalihan asing

Penerjemah: Yuni Arisandy Sinaga
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Suspect di RSPI Sulianti Saroso negatif nCov

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar