KSP: Pemerintah kerja habis-habisan kurangi kematian akibat COVID-19

KSP: Pemerintah kerja habis-habisan kurangi kematian akibat COVID-19

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko di Komplek Istana Kepresidenan , Selasa (14/7/2020). ANTARA/Tangkapan layar ANTARA TV/pri.

penyelesaian COVID-19 menjadi sebuah prioritas, baru persoalan sosial ekonomi
Jakarta (ANTARA) - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko menjelaskan pemerintah dengan segala cara telah habis-habisan untuk mengurangi angka kematian pasien yang terpapar COVID-19.
 

Menurut Moeldoko, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, saat ini pemerintah fokus dengan strategi meningkatkan kapasitas tes, pelacakan dan juga perawatan (test, tracing, treatment/3T).

Strategi itu juga dilengkapi dengan penegakan tegas protokol kesehatan untuk mencegah penularan lebih luas COVID-19.
 

“Pemerintah dengan segala cara akan bekerja habis-habisan untuk mengurangi jumlah kematian. Jumlah korban dan jumlah kematian,” ujarnya.
 

Saat ini aspek kesehatan masyarakat di tengah situasi pandemi COVID-19 menjadi prioritas pemerintah, kemudian baru masalah dampak sosial dan ekonomi yang diakibatkan pandemi COVID-19.
 

“Kalau kita lihat kebijakan pemerintah yang tiga itu, bahwa penyelesaian COVID-19 menjadi sebuah prioritas, baru persoalan-persoalan sosial ekonomi yang juga tidak bisa ditinggalkan,” ujarnya.

Baca juga: Pemerintah kirim aparat dan relawan baru kendalikan COVID-19 di Jatim

Baca juga: KSP: Pemerintah bekerja terukur tangani COVID-19

 

Dalam strategi 3T, terdapat juga prioritas untuk meningkatkan perawatan atau isolasi pasien COVID-19. Hal ini ditujukan guna meningkatkan tingkat kesembuhan pasien dan mengurangi angka kematian.

“Pemerintah sudah cukup ‘concern’ ke sana. Jadi kalau memang ada penambahan, penambahan jumlah korban itu menjadi titik perhatian yang serius,” ujar Mantan Panglima TNI itu.
 

Menyoal penambahan drastis kasus terkonfirmasi positif COVID-19, Moeldoko mengatakan hal itu disebabkan kapasitas tes dari pemerintah juga meningkat pesat.
 

“Itu memang berbanding lurus dengan jumlah ‘rapid’ atau uji usap yang dilakukan. Semakin banyak, maka akan menemukan semakin banyak (temuan kasus),” ujar dia.
 

Hingga Selasa ini, kasus terkonfirmasi COVID-19 di Indonesia bertambah 1.591 kasus menjadi total 78.572 kasus, dengan 3.710 kasus meninggal, dan 37.636 kasus yang telah dinyatakan sembuh.
 

Merujuk Worldmeters, Indonesia menjadi negara di urutan ke-26 dengan kasus positif COVID-19 terbanyak. Sedangkan, untuk angka kematian akibat COVID-19, Indonesia berada di urutan ke-25.

 

Baca juga: Moeldoko: Presiden sampaikan ada masalah distribusi anggaran Kemenkes

Baca juga: Moeldoko: Pemerintah tetap optimistis tangani pandemi COVID-19

 

Pewarta: Indra Arief Pribadi
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2020

KSP undang lima anak Indonesia berprestasi dunia

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar