Olimpiade

KONI berharap olahraga beladiri tambah atlet ke Olimpiade Tokyo

KONI berharap olahraga beladiri tambah atlet ke Olimpiade Tokyo

Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman melakukan sesi diskusi virtual dengan para pengurus besar/pusat (PB/PP) induk organisasi cabang olahraga beladiri di Jakarta, Selasa. (Dokumentasi KONI Pusat)

Saya berharap ada tambahan atlet Indonesia yang lolos ke Olimpiade Tokyo dan menyumbang medali
Jakarta (ANTARA) - Dalam sesi diskusi virtual antara Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat dan pengurus besar/pusat (PB/PP) induk organisasi cabang olahraga beladiri, Ketua Umum KONI Marciano Norman menyampaikan harapannya agar cabang olahraga beladiri bisa menambah wakil atletnya mengikuti Olimpiade Tokyo yang akan dilangsungkan tahun depan.

"Saya berharap ada tambahan atlet Indonesia yang lolos ke Olimpiade Tokyo dan menyumbang medali. Dengan demikian akan makin banyak atlet Indonesia yang mengharumkan bangsa di pesta dunia itu," kata Marciano dalam rilis resminya, Selasa.

Demi mendukung kesuksesan rencana ini, Marciano menyampaikan kesiapannya untuk mengunjungi tempat latihan untuk memberi semangat kepada atlet yang menjalani pelatnas baik dari cabang olahraga yang akan mengikuti kualifikasi olimpiade maupun event internasional lainnya.

"Pada saatnya saya akan datang mengunjungi para atlet.Tetaplah bersiap dengan memperhatikan protokol kesehatan. Terus berolahraga," ujar mantan Kepala BIN itu.

Baca juga: Pandemi COVID-19, KONI diingatkan pentingnya jaminan kesehatan atlet

Kegiatan diskusi virtual ini diikuti perwakilan PB JI (Jujitsu), PB TI (Taekwondo), PB Ferkusi (Kurash), PB Perkemi, PP HI (Hapkido), PB MI (Muay Thai), PP PGSI (Gulat), PB KODRAT (Tarung Derajat), PB PJI (Judo), PB IPS (Pencak Silat), PB WI (Wushu), PP IKASI (Anggar), PB FORKI (Karate), PB KBI (Kick Boxing), PB FYI (Yongmodo), PB Pertina (Tinju), hingga PB Persambi (Sambo).

Menanggapi seruan Ketum KONI tersebut, sejumlah cabang seperti taekwondo, karate dan tinju mengungkapkan masih akan mengikuti babak kualifikasi Olimpiade Tokyo yang jadwalnya tertunda akibat pandemi virus corona.

Baca juga: 10 cabor belum penuhi syarat pencairan dana pelatnas Olimpiade 2020

Ketiga cabang olahraga itu tetap berkomitmen mempersiapkan para atlet yang akan terjun dalam babak kualifikasi olimpiade. Latihan dilakukan secara mandiri dengan tetap memberlakukan protokol kesehatan yang ketat.

Marciano sangat mengapresiasi dedikasi yang tak kenal menyerah dari cabor di tengah pandemi. Namun ia mengingatkan agar protokol kesehatan diterapkan dengan ketat meski sedang giat berlatih.

"Sehingga model seperti ini dapat diikuti cabor lainnya. Jangan pernah berputus asa, terus berkarya untuk Indonesia," ujarnya.

Baca juga: Anggaran pelatnas Olimpiade 2020 langsung dikirim dari Kemenkeu
Baca juga: Tokyo bersikukuh laksanakan olimpiade tahun depan

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Aceh siap jadi tuan rumah PON 2024

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar