Selasa, kasus positif COVID-19 Jakarta masih di atas 200

Selasa, kasus positif COVID-19 Jakarta masih di atas 200

Foto Dok - Tim dokter memeriksa awal pasien terkait COVID-19 di ruang IGD Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet, Jakarta, Sabtu (28/3/2020). (ANTARA/HO/Tim Kesehatan Kogasgabdap Wisma Atlet)

COVID-19 masih ada di sekitar kita
Jakarta (ANTARA) - Penambahan kasus positif paparan virus corona baru (Corona Virus Desease 2019/COVID-19) harian pada Selasa 14 Juli 2020 masih berada di atas angka 200 orang seperti beberapa hari sebelumnya.

Berdasar data yang diterima di Jakarta, Selasa, penambahan kasus positif di Jakarta sebanyak 275 kasus, lebih rendah dari angka penambahan kasus pada Senin (13/7) sebanyak 279 kasus, penambahan pada Minggu (12/7) sebanyak 404 kasus dan penambahan pada Sabtu (11/7) sebanyak 359 kasus.

Dengan penambahan 275 kasus pada Selasa ini, total kasus positif di Jakarta saat ini sebanyak 14.915 kasus (hari sebelumnya 14.640 kasus).

Sementara itu, untuk pertambahan pasien sembuh dari paparan COVID-19 pada Selasa ini adalah 120 orang dan korban meninggal naik empat orang.

Dengan pertambahan tersebut, pasien sembuh COVID-19 tercatat 9.528 orang (hari sebelumnya 9.408 orang) adapun yang meninggal dunia ada 714 orang (sebelumnya 710 orang).

Baca juga: Jumlah kasus positif COVID-19 di Jakarta turun drastis

Dari yang masih dinyatakan positif, 619 pasien masih menjalani perawatan di rumah sakit (hari sebelumnya 597 orang) dan 4.053 orang melakukan isolasi mandisi di rumah (sebelumnya 3.925 orang).

"Sedangkan, untuk orang dalam pemantauan (ODP) berjumlah 422 orang (sebelumnya 397 orang) dan pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 957 orang (sebelumnya 821 orang)," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia.

Dinas Kesehatan DKI Jakarta juga menyatakan sampai dengan 13 Juli 2020 sudah ada 405.241 sampel (sebelumnya 399.249 sampel) yang telah diperiksa dengan tes Polymerase Chain Reaction (PCR) untuk mengetahui jejak Virus Corona (COVID-19) di lima wilayah DKI Jakarta.

Untuk tes PCR pada 13 Juli 2020, dilakukan pada 4.836 orang. Sebanyak 4.009 tes dilakukan untuk menegakkan diagnosis pada kasus baru (yang awalnya terdeteksi pada hasil reaktif pengujian rapid test) dengan hasil 275 positif dan 3.734 negatif.

Pemeriksaan masif secara selektif termasuk dengan tes cepat (rapid test), terus dilakukan di daerah kelurahan terpilih yang dikaji secara epidemologis dan menurut kepadatan penduduk. Sasaran ditujukan kepada warga lansia, warga dengan kasus penyakit tertentu dan juga pada ibu hamil.

Baca juga: Pasien sembuh dari COVID-19 di Jakarta bertambah 373 orang

"Total sebanyak 269.430 orang (hari sebelumnya 269.380 orang) telah menjalani rapid test, persentase positif COVID-19 sebesar 3,4 persen setara dengan 9.239 orang (hari sebelumnya 9.229 orang) dinyatakan reaktif COVID-19 dan 260.191 orang (hari sebelumnya 260.151 orang) dinyatakan non-reaktif," tuturnya.

Untuk kasus positif, tambah Dwi, ditindaklanjuti dengan uji usap (swab test) secara PCR dan apabila hasilnya positif dilakukan rujukan ke Wisma Atlet atau RS atau dilakukan isolasi secara mandiri di rumah.

Sejak 4 Juni, Kepala Dinkes DKI Jakarta mengeluarkan surat edaran untuk Puskesmas melakukan penemuan kasus baru, selain terus melakukan pelacakan kontak. Puskesmas menyisir pasar, tempat umum, RW rawan di pemukiman yang diperkirakan terdapat penularan kasus berdasarkan perhitungan epidemologi.

Protokol 3M
Mengingat 55 persen dari pasien positif yang ditemukan adalah orang tanpa gejala, untuk itu, Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi DKI Jakarta mengimbau masyarakat tetap melakukan protokol 3M Lawan COVID, yaitu: Memakai masker dengan benar; Menjaga jarak aman 1-2 meter dan Mencuci tangan sesering mungkin.

Selain itu, juga tetap menjaga protokol PSBB transisi dengan menjaga kapasitas ruangan 50 persen dan pastikan keluar rumah dalam kondisi sehat.

Baca juga: Minggu, jumlah pasien sembuh naik 255 orang

Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi DKI Jakarta juga mengapresiasi kantor yang memberlakukan 50 persen kerja dari kantor (Work from Office). Jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga tetap melakukan pengawasan ketaatan di berbagai tatanan, seperti mal, objek wisata dan pasar.

"COVID-19 masih ada di sekitar kita, maka kita perlu terus waspada dengan saling mengingatkan kepada keluarga dan orang-orang di sekitar kita untuk tetap melakukan protokol 3M lawan COVID," ucapnya.

Pewarta: Ricky Prayoga
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2020

459 kasus positif di Jakarta berasal dari 90 klaster perkantoran

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar