Liga Inggris

Manchester City tak butuh izin untuk jadi klub top, tegas Guardiola

Manchester City tak butuh izin untuk jadi klub top, tegas Guardiola

Foto ilustrasi: Para pemain Manchester City merayakan gol saat melawan Newcastle United dalam laga lanjutan Liga Inggris di Etihad Stadium, Manchester, Inggris, Rabu (8/7/2020). City menang besar 5-0 dalam laga itu. ANTARA FOTO/Oli Scarff/Pool via REUTERS/foc.

Jakarta (ANTARA) - Manchester City tak membutuhkan izin dari siapapun untuk bisa bersaing dan menjadi klub top di Inggris bahkan Eropa, demikian ditegaskan oleh manajer mereka Pep Guardiola.

Hal itu disampaikan Guardiola menyusul keputusan Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) pada Senin (13/7) yang mengabulkan gugatan City dan membatalkan sanksi larangan tampil di Eropa yang sebelumnya dijatuhkan UEFA karena pelanggaran aturan kepatutan finansial (FFP).

Guardiola meyakini bahwa keputusan itu pasti akan direspon negatif oleh tim-tim elit Inggris sebab The Citizens selama satu dekade terakhir telah menjelma jadi kekuatan baru, menggoyahkan hegemoni lama.

Baca juga: Manchester City menang banding di CAS, hukuman UEFA dicabut

"Saya tahu tim-tim elit seperti Liverpool, Manchester United dan Arsenal tak nyaman melihat kami berada di titik ini," kata Guardiola dilansir laman resmi City, Selasa.

"Tapi mereka harus memahami, kami pantas berada di sini. Kami ingin bersaing dengan mereka dan meraih hal-hal yang mereka raih di masa lalu," ujarnya menambahkan.

"Kami pantas menjadi lebih kuat. Di belakang tim ini ada orang-orang hebat yang bekerja keras untuk membuat tim ini menjadi lebih baik dan membuat para suporter bangga," ujar Guardiola lagi.

"Kami tidak perlu meminta izin untuk berada di sini. Kami pantas berada di sini," katanya melengkapi.

Baca juga: Guardiola senang bukan kepalang City lolos dari sanksi UEFA
Baca juga: Klopp, Mourinho kompak kritik kemenangan City atas sanksi UEFA


Lebih jauh, Guardiola menantang tim-tim elit untuk membuktikan diri di atas lapangan ketimbang bisik-bisik bergosip di antara mereka saja, karena tidak suka melihat City yang semakin kuat.

"Mereka harus memahaminya. Jika tak setuju, mereka bisa menghubungi bos-bos tim ini. Jangan bisik-bisik di antara delapan klub saja. Datang dan buktikan di atas lapangan," katanya.

"Tim ini melakukan kemajuan hebat dalam 10 tahun. Menginvestasi banyak uang, seperti tim lain dan melakukannya dengan cara yang tepat," ujar Guardiola menambahkan.

Baca juga: Sanksi Manchester City dicabut, Presiden La Liga kesal
Baca juga: Chelsea merasa tak pernah gantungkan nasib kepada banding City


Guardiola sekali lagi juga menegaskan bahwa keputusan yang dikeluarkan CAS membuktikan bahwa City tidak melanggar FFP dan itu sebaiknya diterima oleh semua pihak.

"Kami tidak disanksi karena kami menaati FFP. Jika tidak tentu kami sudah disanksi," ujarnya.

"Orang-orang harus paham bahwa kami ini bersaing di atas lapangan, di level yang sama dengan klub-klub elit Inggris dan Eropa," pungkas Guardiola.

Baca juga: UEFA berencana ubah sistem FFP setelah gagal hukum Manchester City
Baca juga: Gagal penuhi FFP, UEFA larang Tranbzonspor ikut kompetisi Eropa

Pewarta: Gilang Galiartha
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Empat anak Rusunawa berlatih di klub Manchester City

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar