Pertamina siapkan infrastruktur dorong digitalisasi layanan

Pertamina siapkan infrastruktur dorong digitalisasi layanan

Ilustrasi-salah satu pertamina di wilayah Surabaya. (Antara/Ayu Khania Pranisitha/2020)

Kami sudah mulai memetakan siapa konsumen kami yang sebenarnya. Siapa pengguna solar, Pertamax. Kami juga masuk ke life cycle management untuk melihat dalam sebulan apa yang dia beli, seminggu apa yang dia beli
Jakarta (ANTARA) - PT Pertamina (Persero) menyiapkan sejumlah infrastruktur untuk mendorong digitalisasi operasional dan layanan kepada pelanggan.

Direktur Pemasaran Retail Pertamina Masud Hamid dalam bincang daring "Sinergi BUMN: Akselerasi Pembayaran Digital dalam Ekonomi New Normal", Rabu, mengatakan pihaknya menyadari digitalisasi akan menjadi tren di masa mendatang sehingga perseroan perlu melakukan upaya persiapan.

"Maka meski tidak mulai dari nol, tapi hampir nol, kita set up (siapkan) betul infrastruktur baik infrastruktur untuk kepentingan operasi dan maintenance (pemeliharaan) maupun untuk kepentingan services (layanan)," katanya.

Masud menjelaskan pihaknya juga telah memetakan konsumen untuk membuka peluang baru di mana saluran digital Pertamina bisa membuat keterikatan pada pelanggan.

"Kami sudah mulai memetakan siapa konsumen kami yang sebenarnya. Siapa pengguna solar, Pertamax. Kami juga masuk ke life cycle management untuk melihat dalam sebulan apa yang dia beli, seminggu apa yang dia beli," katanya.

Masud menjelaskan Pertamina sendiri tengah mempersiapkan kerja sama cross-selling dengan internal Pertamina Group, BUMN Group dan Global Company Group. Semua itu dilakukan untuk menciptakan bisnis berbasis konsumen yang berkelanjutan.

Lebih lanjut, ia mengatakan Pertamina baru saja menginstal alat electronic data capture (EDC) berbasis Android di 24 ribu titik, di mana di setiap SPBU akan terdapat empat titik Android EDC. Pertamina juga siap menginstal alat serupa di 160 ribu outlet LPG yang semuanya akan terintegrasi.

Masud menambahkan sejak Lebaran tahun ini, pihaknya juga telah memberikan layanan home delivery dengan pembayaran nontunai untuk produk LPG dan BBM nonsubsidi.

"Responnya sangat bagus meski belum sebesar yang fisik tapi trennya sangat bagus. Jadi kita mengirimkan LPG nonsubsidi, juga jual Pertamax, BBM ramah lingkungan," pungkas Masud.

Baca juga: Pertamina gandeng 3 BUMN untuk pembangunan dan perawatan kapal

Baca juga: PGN bangun klasterisasi infrastruktur LNG untuk pembangkit listrik

Baca juga: Konsumsi produk gasoline-gasoil naik 40 persen memasuki normal baru

 

Pewarta: Ade irma Junida
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Ini Alasan Pertamina Berencana Hentikan Penjualan BBM Jenis Premium

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar