Capella Ubud terpilih jadi hotel terbaik versi majalah pariwisata

Capella Ubud terpilih jadi hotel terbaik versi majalah pariwisata

Seorang tamu hotel Capella Ubud sedang menikmati kamar berupa tenda dengan latar belakang hutan yang asri di desa Keliki, Tegalalang, Gianyar, Bali. ANTARA/Adi Lazuardi.

Gianyar, Bali (ANTARA) - Baru dua tahun beroperasi, Hotel Capella Ubud, milik warga Indonesia, yang terletak di desa Keliki, Tegalalang, Kabupaten Gianyar, Bali terpilih sebagai hotel terbaik sedunia tahun 2020 oleh Majalah Travel + Leisure.

“Pada Sabtu ini, tepatnya 18 Juli 2020, Hotel Capella Ubud berusia dua tahun. Luar biasa di usia dua tahun sudah mampu terpilih sebagai hotel terbaik sedunia tahun 2020 oleh majalah pariwisata bergengsi di dunia yakni Travel + Leisure,” kata Mark Swinton, General   Manager Capella Ubud kepada ANTARA, Rabu, di Tegalalang, Gianyar.

Mark menjelaskan Hotel Capella Ubud ini milik warga Indonesia yang tinggal di Jakarta. Tapi ia enggan menyebutkan siapa nama pemilik hotel itu.

Tak lupa GM Hotel Capella Ubud itu mengucapkan terima kasih banyak kepada para pembaca majalah tersebut dan juga para tamu hotelnya. Berkat penilaian para pembaca dan testimoni dari para tamunya maka hotel Capella Ubud terpilih sebagai hotel terbaik sedunia tahun 2020.

Ia menambahkan sejak beroperasi pada 18 Juli 2018, sudah kedatangan tamu sekitar 2.000 orang dari Indonesia dan mancanegara. “Sejak beroperasi hingga kini, hotel ini terus mengalami pertumbuhan yang signifikan,” kata Mark Swinton, warga Vancouver, Canada.

Dengan tarif hotel berkisar antara Rp10 juta hingga Rp13 juta per malam, tamu hotel Capella Ubud berasal dari mancanegara dan Indonesia. “Tamu Indonesia itu masuk dalam 10 besar, lainnya ada dari Amerika Utara, Amerika, Inggris, Jerman, Hongkong, China dan Singapura,” kata Mark Swinton, yang dipercaya mengelola jaringan hotel Capella di bawah manajemen Capella Group bermarkas di Singapore.Ketika ditanya apakah saat pandemi COVID-19, Hotel Capella Ubud berhenti operasi, ia menjelaskan bahwa hotel yang dikelolanya terus beroperasi. Tidak pernah berhenti, walaupun pemerintah menghentikan semua jalur penerbangan internasional dan domestik. “Hotel ini terus beroperasi hingga saat ini sebagai komitmen kami untuk terus melayani tamu, para pemasok dan tenaga kerja,” katanya.



Ia menegaskan juga tidak ada karyawan yang di PHK. “Mereka semua masih kerja, tapi ada pemotongan gaji sebagai akibat turunnya kedatangan tamu,” tambah dia.

Dengan meraih hotel terbaik sedunia, Hotel Capella Ubud tidak akan memanfaatkan untuk menaikkan tarif inap mengingat permintaan pasar industri hotel sedang merosot tajam. “Kami bahkan punya tawaran khusus, special untuk warga Indonesia yang tinggal di Bali untuk menikmati hotel Capella Ubud, juga ada tawaran khusus bagi turis asing yang masih tinggal di Bali,” katanya.

Hotel Capella Ubud, dirancang oleh arsitek ternama Bill Bensley. Ia merancang hotel yang berada di tengah hutan Tegalalang dalam bentuk hotel tenda, dengan ornamen dan gaya tahun 1800-an. Banyak ornamen dan desain bergaya abad ke-19 di dalam kamar dan di fasilitas hotel lainnya.

Baca juga: Pemerintah perlu wajibkan semua hotel sediakan kuliner Indonesia
Baca juga: Kemenparekraf siapkan hotel untuk tenaga medis RS rujukan COVID Bali
Baca juga: Pemprov Bali atur batas bawah harga kamar hotel



Pewarta: Adi Lazuardi
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Warga selamatkan paus terdampar di Gianyar

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar