Polisi periksa 27 saksi terkait pembunuhan editor Metro TV

Polisi periksa 27 saksi terkait pembunuhan editor Metro TV

Tim gabungan Polisi dan TNI melakukan evakuasi dan identifikasi jenazah editor Metro TV Yodi Prabowo di pinggir To JORR Jalan Ulujami Raya, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Jumat (10/7/2020). (ANTARA/Laily Rahmawaty)

Jakarta (ANTARA) - Saksi yang diperiksa oleh penyidik Polda Metro Jaya dalam penyelidikan kasus kematian editor Metro TV Yodi Prabowo bertambah menjadi 27 orang.

"Total sudah ada 27 orang saksi yang sudah diperiksa, kemarin kan ada 23 saksi, jadi ada tambahan 4 saksi," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus di Mako Polda Metro Jaya, Rabu.

Yusri mengatakan para saksi tersebut adalah orang-orang terdekat korban, orang yang ada di sekitar lokasi kejadian serta rekan kerja korban dan kekasih korban.

"Dari hasil keterangan saksi-saksi yang ada, ini tim lapangan sedang merangkai. Misalnya ada keterangan seperti dari kantor jam berapa kemudian ke kemana saja, itu yang masih kita telusuri," ujarnya.

Dia mengatakan jumlah tersebut akan bertambah karena petugas telah melayangkan panggilan kepada saksi-saksi lainnya.

"Jumlah ini kemungkinan akan bertambah mengingat akan ada dua saksi lagi yang rencananya diperiksa juga," kata dia.

Baca juga: Karyawan Metro TV ditemukan tak bernyawa di pinggir Tol Ulujami
Baca juga: Polisi pastikan editor Metro TV tewas dibunuh
Baca juga: Manajemen Metro TV minta polisi tangkap pelaku terlibat kematian Yodi


Editor Metro TV Yodi Prabowo ditemukan tewas di pinggir Tol JORRR di Ulujami, Pesanggrahan, Jaksel, pada Jumat (10/7) setelah dinyatakan hilang oleh keluarganya sejak Selasa (7/7).

Pihak Kepolisian juga mengungkapkan hasil autopsi terhadap korban menyebut luka tusukan benda tajam di bagian leher sebagai penyebab utama kematian Yodi.

Tidak jauh dari lokasi tempat jasad korban ditemukan, petugas juga menemukan sebilah pisau dapur.

Dugaan sementara petugas, pisau dapur tersebut adalah senjata yang digunakan oleh pelaku pembunuhan Yodi.

Pewarta: Fianda Sjofjan Rassat
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Sosialisasi ganjil genap diperpanjang hingga 7 Agustus 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar