Pangeran William serukan diakhirinya perdagangan satwa liar ilegal

Pangeran William serukan diakhirinya perdagangan satwa liar ilegal

Pangeran Inggris William dan Catherine, Duchess of Cambridge berbincang melalui penggilan video dengan Direktur Eksekutif Shout Victoria Hornby, mengenai pengalaman mereka memberikan dukungan kepada ribuan warga yang telah mengirim pesan kepada Shout selama dua belas bulan terakhir, dari gambar yang diberikan oleh Istana Kensington pada Rabu (13/5/2020) dan diperoleh Reuters pada Jumat (15/5/2020) .Kensington Palace/Handout via REUTERS/hp/djo (via REUTERS/KENSINGTON PALACE)

London (ANTARA) - Pangeran Inggris William menyerukan agar perdagangan satwa liar ilegal diakhiri,  mengatakan bahwa pandemi virus corona telah semakin menyoroti bahaya yang ditimbulkan terhadap kesehatan masyarakat.

Berbicara pada pertemuan virtual United for Wildlife Taskforce dan organisasi konservasi, cucu Ratu Elizabeth itu  mengatakan bahwa tepat waktunya bagi pemerintah, organisasi, dan penegak hukum untuk bertindak.

"Belum pernah sebelumnya risiko kesehatan publik akibat perdagangan satwa liar menjadi fokus yang begitu tajam," kata William.

"Saat ini, ada peluang nyata untuk memastikan bahwa langkah mendesak yang harus diambil dunia untuk mencegah pandemi penyakit zoonosis di masa depan dirancang dengan cara yang juga membantu memberantas perdagangan ilegal satwa liar," ia melanjutkan.

Seperti ayahnya, Pangeran Charles, William telah lama menyerukan diakhirinya perdagangan satwa liar ilegal.

Dia telah menjadi pelindung organisasi amal Tusk Trust sejak 2005 dan di masa lalu mengkritik China atas penggunaan gading gajah.

Sumber: Reuters
Baca juga: Keluarga kerajaan Inggris tampil di depan publik lagi sejak pandemi
Baca juga: Pangeran William dan Kate Middleton juga karantina diri sendiri

Penerjemah: Yashinta Difa Pramudyani
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Kegirangan warga Inggris bisa potong rambut di salon

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar