Bukit Asam catatkan laba bersih Rp4,06 triliun

Bukit Asam catatkan laba bersih Rp4,06 triliun

Dokumentasi - Alat-alat berat dioperasikan di pertambangan Bukit Asam yang merupakan salah satu area tambang terbuka (open-pit mining) batu bara terbesar PT Bukit Asam Tbk. di Tanjung Enim, Lawang Kidul, Muara Enim, Sumatra Selatan. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/kye/pri.

capaian kinerja tersebut merupakan dividen rasio terbesar dalam sejarah PTBA dan juga BUMN atau perusahaan publik yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Jakarta (ANTARA) - PT Bukit Asam (PTBA) mencatatkan laba bersih sebanyak Rp4,06 triliun untuk kinerja 2019, dan sebanyak 90 persen dari laba tersebut atau Rp3,65 triliun dibagikan sebagai dividen kepada pemegang saham perusahaan.

Berdasarkan data yang dihimpun Antara di Jakarta, Kamis, capaian kinerja tersebut merupakan dividen rasio terbesar dalam sejarah PTBA dan juga BUMN atau perusahaan publik yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Dalam 3 tahun terakhir, PTBA membagikan dividen di atas 70 persen dari laba yang diperoleh dengan rincian sebagai berikut:

 2019 Rp3,65 triliun atau 90 persen laba bersih Rp4,05 triliun.
 2018 Rp3,76 triliun atau 75 persen dari laba Rp 5,02 triliun.
 2017 Rp3,35 triliun atau 75 persen dari laba Rp4,47 triliun.

Baca juga: Harga batu bara turun, PT Bukit Asam tingkatkan efisiensi

Selain dividen, PTBA juga berkontribusi menyetorkan royalti dan pajak sebesar Rp 4,83 triliun ke negara untuk 2019.

Perusahaan juga mengucurkan dana pertanggungjawaban sosial dan lingkungan (Corporate Social Responsibility) sebanyak Rp 177,4 miliar pada tahun lalu. Dana disalurkan berupa program kemitraan dan program bina lingkungan.

Tahun ini, tantangan yang dihadapi PTBA lebih besar di tengah pandemi COVID-19 dan terus turunnya harga batu bara. Kinerja perusahaan tergerus 20,57 persen pada kuartal I-2020 dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya karena dampak COVID-19 sudah mulai terasa pada Maret 2020.

Baca juga: Bukit Asam targetkan produksi batu bara 30,3 juta ton

Selain itu juga disebabkan oleh penurunan Indeks Newcastle sebesar 28 persen dan ICI-3 sebesar 16 persen dibandingkan Q1 tahun lalu.

Direktur Utama PT Bukit Asam Arviyan Arifin mengatakan kondisi operasional dan keuangan perusahaan masih positif hingga saat ini meskipun diterpa pandemi COVID-19,

Ia memperkirakan kinerja positif ini dapat bertahan hingga akhir tahun.

Pewarta: Afut Syafril Nursyirwan
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Menteri BUMN terima bantuan alkes dari China

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar