Sekda positif, 50 anggota DPRD Grobogan-Jateng jalani tes usap

Sekda positif, 50 anggota DPRD Grobogan-Jateng  jalani tes usap

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Grobogan, Jateng M. Nur Wibowo tengah mengikuti tes usap tenggorokan untuk mendeteksi ada tidaknya virus corona di DPRD Grobogan, Jawa Tengah, Kamis (16/7/2020). (FOTO ANTARA/HO-DPRD Grobogan)

Sekda Grobogan dengan kesadarannya mengunggah di media sosial untuk meminta sejumlah pihak yang pernah bersinggungan dengan dirinya melakukan pemeriksaan apakah terpapar virus corona atau tidak
Grobogan, Jateng (ANTARA) - Sebanyak 50 anggota DPRD Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, menjalani tes usap tenggorokan (swab) untuk mendeteksi ada tidaknya virus corona jenis baru penyebab COVID-19 menyusul Sekretaris Daerah Grobogan Moh Sumarsono terkonfirmasi positif COVID-19.

Menurut Wakil Ketua DPRD Grobogan Muhammad Nur Wibowo di Grobogan, Kamis, dari 50 anggota DPRD Grobogan yang mengikuti tes usap tenggorokan pada Kamis (16/7) ini, yang absen karena ada kepentingan mendesak sebanyak empat orang.

"Sehingga yang bisa hadir untuk ikut tes sebanyak 46 orang. Sedangkan empat orang tetap akan mengikuti tes usap susulan," katanya.

Ia menjelaskan sebelum hasil tes usap Sekda Grobogan diketahui terkonfirmasi positif, yang berangkutan sempat ikut rapat panitia khusus tentang penyertaan modal BUMD di DPRD Grobogan pada Senin (13/7) pagi yang diikuti 12 orang dari 15 orang anggota.

Akan tetapi, lanjut dia, pada Senin (13/7) sore hasilnya baru keluar di mana yang bersangkutan terkonfirmasi positif COVID-19.

"Mengetahui hasil tersebut, Sekda Grobogan dengan kesadarannya mengunggah di media sosial untuk meminta sejumlah pihak yang pernah bersinggungan dengan dirinya melakukan pemeriksaan apakah terpapar virus corona atau tidak," kata politikus PKB itu.

Untuk itulah, kata dia, pimpinan DPRD Grobogan mewajibkan semua anggota DPRD mengikuti tes cepat corona yang dilanjutkan tes usap tenggorokan, termasuk ada wartawan peliput serta Forkompinda.

Lingkungan kantor DPRD Grobogan sendiri untuk sementara ditutup hingga tanggal 21 Juli 2020 setelah sebelumnya dilakukan penyemprotan disinfektan.

Sebelumnya, dilakukan tes cepat COVID-19 pada Jumat (10/7), kemudian Sekda Grobogan melakukan tes usap tenggorokan secara mandiri pada Sabtu (11/7), demikian  Muhammad Nur Wibowo.

Baca juga: 2.173 rumah warga di Kabupaten Grobogan terdampak banjir

Baca juga: Semburan pasir dari sumur bor di Grobogan sudah berhenti

Baca juga: BPCB Jateng identifikasi sejumlah benda bersejarah di Museum Grobogan

Baca juga: Tiga petugas penyelenggara Pemilu di Grobogan meninggal dunia

Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar