Timbunan lumpur jadi tantangan relawan di Masamba Luwu Utara

Timbunan lumpur jadi tantangan relawan di Masamba Luwu Utara

Sejumlah relawan BSMI melakukan pencarian korban di lokasi bencana banjir bandang di Masamba, Kabupaten Luwu Utara, Jumat (17/7/2020) ANTARA/HO-Humas BSMI

Mudah-mudahan, hingga situasi pulih, relawan BSMI di lokasi tetap sehat dan semangat
Jakarta (ANTARA) - Para relawan yang tergabung dalam organisasi kemanusiaan Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) menghadapi tantangan berat karena harus menembus timbunan lumpur hingga setinggi dua meter di lokasi bencana banjir bandang di Masamba Kabupaten Luwu Utara Provinsi Sulawesi Selatan.

Siaran pers BSMI yang diterima ANTARA di Jakarta, Jumat, menyebutkan bencana banjir bandang yang melanda Masamba dan sejumlah kecamatan lainnya di Kabupaten Luwu Utara masih menyisakan duka. Sejumlah korban hilang terseret arus hingga informasi ini diturunkan masih dalam pencarian.

Baca juga: Disdik: Pelaksanaan tahun ajaran baru di Luwu Utara tetap berlanjut

Rumah-rumah warga yang hancur dan tertimbun material lumpur sejauh ini juga belum dapat direnovasi kembali. Sementara diperkirakan 15 ribu warga mengungsi ke tempat-tempat aman atau posko pengungsian yang disediakan pemerintah dan swadaya lembaga bantuan di 6 kecamatan.

Ketua BSMI Sulawesi Selatan Basri Mahmud mengatakan relawan BSMI sudah terjun dengan membawa bantuan ke lokasi bencana banjir.

Baca juga: Sebanyak 14.483 jiwa mengungsi karena banjir bandang Luwu Utara

Basri menyebut salah satu kendala yang dihadapi relawan adalah timbunan lumpur dan material hingga dua meter. Timbunan ini terutama yang menerjang pemukiman warga di sepanjang daerah aliran sungai (DAS).

"BSMI Sulsel mendirikan posko induk di lokasi, tepatnya di samping Masjid Syuhada Kota Masamba. Dan, untuk memaksimalkan kinerja relawan, BSMI Sulsel juga mendirikan posko pendukung yang dikelola oleh BSMI Luwu di Kabupaten Luwu. Tantangan relawan memang timbunan lumpur dan meterial di pemukiman pinggiran sungai," terang Basri dalam keterangannya.

Baca juga: Empat sekolah di Luwu Utara tertimbun lumpur dan digenangi air

Basri menyebut, sehari pascabanjir, relawan BSMI Luwu Utara di lokasi ikut melakukan pencarian korban dan penyaluran bantuan berupa sembilan bahan pokok, pakaian dan kebutuhan lainnya bagi korban di beberapa lokasi pengungsian. Sementara di posko pendukung relawan bersiaga dan bertugas selama 24 jam menyiapkan permintaan kebutuhan dari lokasi.

"Pada bencana banjir di Masamba, sementara ini kami melibatkan relawan BSMI di Luwu Utara dan BSMI Luwu. Relawan BSMI dari daerah lain mendukung dengan kegiatan penggalangan dana. Kondisi masyarakat yang masih menghadapi pandemi COVID-19 membatasi ruang gerak untuk menerjunkan relawan dari luar wilayah Luwu Raya, terutama dari Kota Makassar," ujar Basri.

Ia mengatakan sejauh ini kerja-kerja relawan di lapangan masih berjalan lancar.

Relawan BSMI, papar dia, bersama relawan lain saat ini fokus melakukan pencarian korban, membersihkan material banjir, dan menyalurkan bantuan langsung ke korban yang membutuhkan.

"Mudah-mudahan, hingga situasi pulih, relawan BSMI di lokasi tetap sehat dan semangat," terang Basri.
 

Pewarta: Arief Mujayatno
Editor: Heru Dwi Suryatmojo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Banjir bandang robohkan bangunan sekolah di Jember

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar