RS TNI AD Palangka Raya obati pasien COVID-19 juga gunakan madu murni

RS TNI AD Palangka Raya obati pasien COVID-19 juga gunakan madu murni

Ilustrasi-Anggota Kelompok Tani Hutan Bina Lestari memanen hasil budidaya lebah madu dari dalam sarang. (ANTARA FOTO/Adeng Bustomi)

madu murni itu terbukti sangat membantu meningkatkan imun
Palangka Raya (ANTARA) - Rumah Sakit TNI AD Palangka Raya, Kalimantan Tengah membantu menangani pasien terkonfirmasi positif COVID-19 dengan pengobatan medis sekaligus didukung pemberian madu murni guna mempercepat pemutusan mata rantai penyebaran virus tersebut.

"Kami melalui RS TNI AD Palangka Raya juga membantu perawatan pasien positif COVID-19, dengan pengobatan medis didukung metode lainnya," kata Komandan Korem (Danrem) 102/Pjg Brigjen TNI Purwo Sudaryanto di Palangka Raya, Sabtu.

Salah satu yang digunakan oleh para tim medis di RS TNI AD yakni madu murni atau alami, yang dinilai sangat efektif membantu meningkatkan imun atau daya tahan tubuh seseorang.

"Treatment obat-obatan dan juga makanan, salah satunya warisan leluhur adalah madu murni itu terbukti sangat membantu meningkatkan imun serta mempercepat kesembuhan," tegasnya.

Sudah cukup banyak pasien positif COVID-19 yang sembuh setelah mendapatkan perawatan, baik masyarakat umum maupun anggota TNI yang pernah terpapar virus tersebut.

Baca juga: Guru Besar UGM imbau masyarakat cermat pilih obat alternatif COVID-19

Baca juga: Kabar terkini jamu Indonesia untuk corona, bersiap diuji klinis


Bahkan ia menjelaskan, pernah ada anggotanya terpapar COVID-19 dan dirawat di salah satu rumah sakit, namun hingga delapan kali swab hasil pemeriksaannya masih saja positif.

"Akhirnya kami putuskan memindahkannya ke RS TNI AD dan diberikan treatment atau pengobatan seperti yang biasa diterapkan hingga tak lama berselang anggota kami itu dinyatakan dua kali negatif dan sembuh," terangnya.

Hanya saja penanganan pasien positif COVID-19 pada RS TNI AD cukup terbatas, yakni maksimal sebanyak 14 tempat tidur. Sebab pihaknya juga harus melayani pasien umum yang bukan terkait COVID-19.

Adapun hingga saat ini anggotanya yang pernah terpapar ada sekitar delapan orang, namun terakhir kemarin setelah mendapatkan perawatan juga sudah dinyatakan sembuh.

"Untuk mengantisipasi penyebaran COVID-19 kami rutin melaksanakan tes cepat, utamanya bagi personel yang tergabung dalam satuan tugas maupun mereka yang sering berinteraksi dengan masyarakat umum," katanya.

Danrem menegaskan, COVID-19 bukanlah sebuah aib, melainkan wabah yang harus ditangani bersama-sama. Pihaknya tidak pernah menyerah ataupun jenuh untuk terus mensosialisasikan kepada masyarakat, tentang protokol kesehatan maupun penanganan di lapangan.

Sementara itu Kepala RS TNI AD Mayor dr Alex Ranu menjabarkan, penanganan pasien positif COVID-19 oleh pihaknya, sebenarnya tidak jauh berbeda dari RS lainnya.

"Kami melakukan penanganan dengan pengobatan medis serta dikombinasikan sejumlah hal lainnya, yakni terapi tradisional," ungkapnya.

Menurutnya membuat pasien tidak stres sangatlah penting dilakukan, seperti memberikan waktu mereka berolahraga pagi di ruang lingkup terbatas, hingga berjemur. Kemudian pemberian suplemen berupa madu murni, telur rebus maupun vitamin.

"Ventilasi kamar juga kami pastikan dalam keadaan baik. Kamar isolasi sengaja diarahkan dibuka pagi hingga siang dan saat cuaca sudah kurang nyaman baru ditutup dan dinyalakan pendingin ruangan dengan suhu secukupnya," jelasnya.

Juga tak kalah penting menjaga kebersihan kamar maupun lingkungan rumah sakit. Sebab semua saling mendukung dalam upaya percepatan kesembuhan pasien. Adapun kesembuhan rata-rata antara 10-14 hari, namun ada pula yang lebih cepat yakni di bawah 10 hari.

Baca juga: Empon-empon, minuman andalan Cynthia Lamusu hadapi corona

Baca juga: Permintaan jamu tradisional di Madiun meningkat

 

Pewarta: Kasriadi/Muhammad Arif Hidayat
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Satgas minta pemerintah daerah pastikan kualitas penanganan pasien COVID-19

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar