Penyaluran kredit melambat, aset Bank Banten turun 14,60 persen

Penyaluran kredit melambat, aset Bank Banten turun 14,60 persen

Direksi dan Komisaris Bank Banten serta pemegang saham melakukan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Serang, Jumat (17/7/2020). ANTARA/Mulyana/am.

Akibat keterbatasan ruang gerak perseroan dalam melakukan pengembangan usaha, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) mengalami penurunan sebesar 16,11 persen ...
Serang (ANTARA) - Aset PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (Bank Banten) mengalami penurunan sebesar 14,60 persen secara year on year (yoy) dari Rp9,48 triliun pada 2018 menjadi Rp8,10 triliun pada 2019.

Hal itu terungkap pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), di Serang, Jumat, yang dihadiri pemegang saham dengan keterwakilan 54,26 persen atau sejumlah 34.783.040.097 lembar saham dari seluruh jumlah saham yang dikeluarkan yaitu 64.109.430.357 lembar saham.

Direktur Utama Bank Banten Fahmi Bagus Mahesa dalam laporannya menyampaikan indikator-indikator kinerja 2019 yang mengalami penurunan mencakup penurunan total
aset sebesar 14,60 persen secara year on year (yoy) dari Rp9,48 triliun pada 2018 menjadi Rp8,10 triliun pada 2019 sebagai dampak terkoreksinya penyaluran kredit secara konsolidasi sebesar 3,23 persen (yoy) dari Rp5,52 triliun pada 2018 menjadi Rp5,34 triliun pada 2019.

"Akibat keterbatasan ruang gerak perseroan dalam melakukan pengembangan usaha, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) mengalami penurunan sebesar 16,11 persen dibandingkan dengan tahun 2018 yang tercatat sebesar Rp6,66 triliun menjadi Rp5,58 pada 2019," kata Fahmi dalam siaran pers di Serang, Sabtu.

Baca juga: Dirut: Bank Banten mungkin saja bisa jadi bank Syariah

Sedangkan rugi bersih pada 2019 tercatat sebesar Rp137.559 miliar. Untuk menekan kerugian, kata dia, perseroan melakukan peningkatan efisiensi terhadap pos-pos biaya, yaitu melalui relokasi kantor dan pelaksanaan perampingan bisnis serta organisasi.

“Sepanjang tahun 2019 kami berupaya mengoptimalkan segala potensi baik internal maupun eksternal,” kata Fahmi Bagus Mahesa.

Ia mengatakan target pasar kredit konsumer adalah pegawai berpenghasilan tetap antara lain pegawai, ASN aktif, menjelang pensiun, dan pensiunan. Sedangkan untuk segmen kredit komersial, perseroan memprioritaskan pembiayaan kepada pengadaan barang/jasa yang bersumber dari APBD/APBN.

"Bank Banten senantiasa berupaya meningkatkan kinerja pada 2019 di tengah keterbatasan yang ada," kata dia.

Baca juga: Saham Bank Banten, masih "tertidur" sejak 2,5 tahun lalu
 

Pewarta: Mulyana
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

BI Banten resmikan QRIS Kencleng Digital

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar