TNLL buka kembali obyek wisata Danau Tambing

TNLL buka kembali obyek wisata Danau Tambing

Pengunjung menikmati panorama Telaga Tambing dengan kabutnya di pagi hari di Desa Sedoa, Lore Utara, Poso, Sulawesi Tengah, Minggu (10/1). Kawasan yang berada di atas 1.700 mdpl dan dikelola Balai Taman Nasional Lore Lindu (BTNLL) itu dikembangkan sebagai kawasan eko wisata berkonsep lestari dengan azas pemanfaatan kawasan hutan yang ramai dikunjungi wisatawan baik asing maupun lokal pada setiap hari libur. ANTARA FOTO/Basri Marzuki/pd/16 (ANTARA FOTO/BASRI MARZUKI)

Danau TambingĀ  dibuka mulai 17 Juli 2020 dengan membatasi jumlah pengunjung cukup 100 orang.
Poso, Sulteng (ANTARA) - Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu (TNLL)  membuka kembali obyek wisata Danau Tambing di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, yang selama tiga bulan terpaksa ditutup total bagi kunjungan wisatawan baik lokal maupun mancanegara akibat pandemi COVID-19.

Kepala Balai Besar TNLL, Jusman di Desa Sedoa, Kecamatan Lore Utara, Kabupaten Poso, Sabtu, mengatakan dibukanya kembali obyek wisata unggulan itu tetap menerapkan protokol kesehatan gugus COVID-19.

Ia mengatakan Danau Tambing  dibuka mulai 17 Juli 2020 dengan membatasi jumlah pengunjung cukup 100 orang.

Baca juga: Wisata religi Al Quran Raksasa di Palembang kembali dibuka

Langkah tersebut dilakukan sesuai dengan protokol kesehatan karena pihaknya tidak mau menjadi sumber baru penyebaran virus corona. "Kami sangat berhati-hati, sebab meski sudah dalam kondisi normal baru, bukan berarti penyebaran virus corona sudah habis," katanya.

Justru saat-saat seperti sekarang ini,  perlu waspada, sebab aktivitas masyarakat meningkat sehingga mudah sekali bersentuhan satu sama lainnya.

"Di lokasi wisata, tentu akan ada banyak wisatawan yang datang dan kita tidak tahu apakah wisatawan itu benar-benar tidak terkontaminasi virus COVID-19 atau tidak," katanya.

Baca juga: "Travel Storytelling" efektif promosikan destinasi wisata budaya

Karena itu, guna mencegah penyebaran virus corona di tempat obyek wisata,Balai Besar TNLL sebagai pengelola ekowisata Danau Tambing hanya membatasi 100  wisatawan yang boleh masuk dan menginap.

Mereka harus mematuhi semua aturan protokol kesehatan."Kalau tidak mereka tidak diizinkan untuk masuk ke lokasi," tegas Jusman.

Ada beberapa hal yang harus dijalani wisatawan sebelum diperbolehkan masuk ke lokasi, seperti mengisi data nama, alamat, tempat domisili, membeli karcis masuk, cuci tangan dan tetap pakai masker dan jaga jarak.

"Kami sudah atur semua tempat-tempat tenda untuk kemping sesuai dengan jarak yang telah ditentukan guna menghindari agar mereka tidak saling bersentuhan satu sama lainnya," kata dia.

Baca juga: Menikmati pesona Danau Tambing

Danau Tambing merupakan destinasi yang selama ini dikunjungi banyak wisatawan, termasuk dari mancanegara. Obyek wisata itu terletak di Desa Sedoa, Kecamatan Lore Utara, Kabupaten Poso, berjarak sekitar 90  kilometer dari Palu, Ibu Kota Provinsi Sulteng, dan bisa ditempuh dengan kendaraan mobil melalui poros jalan Trans Sulawesi Palu-Napu-Poso.

Berada pada ketinggian sekitar 1.700 meter dari permukaan laut dengan kondisi hutan dan alamnya yang masih asri terkenal udara pada pagi dan malam hari sangat dingin.

Selain danau yang airnya cukup dingin, juga di sekeliling terdapat spot-spot untuk mengamati berbagai jenis burung dan sekitar 30 persen di antaranya satwa endemik dan sangat diminati para wisatawan mancanegara.

Di lokasi juga terdapat taman dengan berbagai tanaman/tumbuhan anggrek dan kantong semar serta berbagai jenis pandan hutan. 
 

Pewarta: Anas Masa
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Telaga Tambing, wisata keanekaragaman hayati di Poso

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar