Kowani: Pandemi momentum penerapan kesetaraan gender

Kowani: Pandemi momentum penerapan kesetaraan gender

Webinar mengenai peran perempuan saat pandemi COVID-19 di Jakarta, Ahad (19/7). (ANTARA/HO- Dok pri)

Pandemi dan era adaptasi kebiasaan baru ini juga dapat menjadi momentum bagi ibu atau perempuan untuk kembali merangkul anak-anak.
Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani) Giwo Rubianto Wiyogo mengatakan era pandemi COVID-19 dan adaptasi kebiasaan baru dapat menjadi momentum untuk menerapkan kesetaraan gender mulai dari keluarga.

"Pandemi COVID-19 dan juga era adaptasi kebiasaan baru dapat dijadikan momentum bagi keluarga untuk menerapkan kesetaraan gender. Misalnya dengan cara mendorong semua anggota keluarga untuk berpartisipasi," ujar Giwo dalam keterangannya di Jakarta, Ahad.

Jika sebelumnya, urusan domestik atau rumah tangga hanya dikerjakan oleh ibu saja namun dengan adanya pandemi COVID-19 dimana anggota keluarga lebih banyak berada di rumah, implementasi kesetaraan gender dapat terwujud.

"Pandemi dan era adaptasi kebiasaan baru ini juga dapat menjadi momentum bagi ibu atau perempuan untuk kembali merangkul anak-anak, tidak hanya sebagai ibu, tetapi menjadi sahabat bagi anak dan suami," terang Giwo.

Baca juga: Kowani : Perempuan berperan topang ekonomi keluarga saat pandemi

Kondisi tersebut juga dapat mengembalikan peran keluarga yang sesungguhnya, yakni ibu sebagai pengasuh atau guru pertama bagi anak-anaknya, yang selama ini terlupakan karena banyak orang tua yang menyerahkan urusan pendidikan kepada sekolah atau guru.

Dia menambahkan pada era adaptasi kebiasaan baru, ibu adalah garda terdepan dalam pencegahan serta penyiapan tatanan baru pada masa pandemi COVID-19.

"Peran seluruh anggota keluarga di bawah asuhan ibu, sangat penting dalam tatanan kehidupan baru," ujar Giwo yang juga pendiri Majelis Taklim Bumi Sakinah tersebut.

Baca juga: Kowani: Peran ibu memperkokoh ketahanan mental keluarga saat pandemi

Sosok perempuan atau ibu juga berperan penting dalam pembiasaan adaptasi kebiasaan baru, yakni berperan dalam memperkokoh ketahanan mental keluarga dan kepatuhan akan protokol kesehatan.

"Perempuan memiliki kepekaan sehingga perannya sangat penting dalam memastikan protokol kesehatan dan transisi adaptasi kebiasan baru dijalankan oleh seluruh anggota keluarga," terangnya lagi.

Giwo juga menghimbau seluruh keluarga harus siap menghadapi era kebiasaan baru dan juga perlu adanya upaya komunikasi, informasi dan edukasi yang mendorong perempuan atau ibu menjadi garda terdepan dalam menjalankan adaptasi kebiasaan baru.

Baca juga: Kowani berikan pelatihan pada perempuan untuk bangkit saat pandemi

Pewarta: Indriani
Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Hannah Al Rashid bicara perempuan di industri film

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar