Pasien sembuh COVID-19 di Kudus naik jadi 49,25 persen

Pasien sembuh COVID-19 di Kudus naik jadi 49,25 persen

Pasien terkonfirmasi positif COVID-19 di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, dinyatakan sembuh. (ANTARA/HO-Humas Pemkab Kudus)

Kudus (ANTARA) - Jumlah pasien sembuh di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, hingga pekan ini mencapai 262 pasien atau naik menjadi 49,25 persen dari total 532 kasus yang terkonfirmasi positif COVID-19.

"Pekan ini ada tambahan 15 pasien sembuh, sebanyak 11 kasus di antaranya dari dalam wilayah dan empat kasus berasal dari luar wilayah," kata Juru Bicara Pencegahan dan Pengendalian COVID-19 Kudus Andini Aridewi di Kudus, Senin.

Ia mengungkapkan tingkat kesembuhan pasien COVID-19 di Kabupaten Kudus memang meningkat karena sebelumnya masih rendah, kini sudah meningkat menjadi 49,25 persen.

Pada pertengahan Juni 2020 tingkat kesembuhan kasus COVID-19 masih berkisar 28,9 persen.

Baca juga: Dokter positif COVID-19 di Kabupaten Kudus dinyatakan sembuh

Baca juga: Pasien positif COVID-19 asal Jepara dinyatakan sembuh


Di samping penanganan medis yang lebih baik, kata dia, kriteria sembuh yang terbaru juga ikut mendukung kenaikan tingkat kesembuhan pasien corona.

Berdasarkan pedoman dari Kementerian Kesehatan yang terbaru, kata dia, kriteria sembuh salah satunya yang sudah menjalani isolasi mandiri dengan menyesuaikan kasus yang terjadi.

"Masyarakat tidak perlu bingung karena berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan yang baru atau pedoman revisi penanganan terakhir memang dimungkinkan. Jadi orang yang terkonfirmasi positif COVID-19 tanpa gejala hanya wajib isolasi diri di rumah tanpa harus melakukan tes usap tenggorokan lanjutan," ujarnya.

Selesai isolasi, kata dia, ketika tidak ada gejala, sedangkan kondisinya bagus berdasarkan evaluasi tim medis dinyatakan selesai isolasi dalam arti sembuh, termasuk dengan gejala ringan atau sedang.

Kecuali, kata dia, dengan gejala berat di rumah sakit harus melakukan tes Polymerase Chain Reaction (PCR) atau pemeriksaan laboratorium untuk mendeteksi keberadaan material genetik dari sel, bakteri, atau virus.

"Itu pun hanya cukup sekali. Jika negatif hasilnya maka selesai isolasi," ujarnya.

Terkait penatalaksanaan penanganan COVID-19 di Kudus, kata dia, memang ada pembaruan ilmu sehingga penanganan jauh lebih baik, terutama dalam penanganan pada kasus-kasus dengan penyakit bawaan dan datang dengan kondisi kurang baik.

"Sepanjang kasus corona tidak ada penyakit bawaan, maka faktor kesembuhannya memang lebih besar dibanding dengan penyakit bawaan," ujarnya.

Berdasarkan data yang diunggah di laman https://corona.kuduskab.go.id/, hingga 19 Juli 2020, jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19 sebanyak 532 kasus.

Dari jumlah sebanyak itu, sebanyak 391 kasus dari dalam wilayah dan 141 kasus dari luar wilayah, sedangkan yang menjalani perawatan 80 orang, dan isolasi mandiri sebanyak 129 orang.

Jumlah pasien sembuh hingga kini tercatat sebanyak 262 orang atau 49,25 persen dari total kasus sebanyak 532 kasus, sedangkan kasus meninggal sebanyak 61 kasus.*

Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Epidemiologi ungkap 80 persen pasien adalah OTG dan bergejala ringan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar