Menaker: UMKM berperan penting dalam mengatasi pengangguran

Menaker: UMKM berperan penting dalam mengatasi pengangguran

ilustrasi - Perajin menata kerajinan dekorasi rumah di rumah industri "Sonja Lamp", Getas Kalongan, Mlati, Sleman, Yogyakarta, Senin (20/7/2020). ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/pras/pri.

Jakarta (ANTARA) - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah ketika membuka pembekalan kewirausahaan Inkubasi Bisnis In Wall untuk pemberdayaan calon wirausahawan di Lembang, Jawa Barat, menyatakan usaha mikro kecil menengah (UMKM) berperan penting dalam mengatasi pengangguran di Indonesia

"Inkubasi bisnis ini merupakan salah satu tahapan untuk memberdayakan wirausaha maupun calon wirausaha potensial melalui kegiatan bimbingan kewirausahaan dalam jangka waktu tertentu dan pendampingan usaha berbasis pemanfaatan sumber daya lokal yang kreatif dan inovatif," kata Menaker Ida dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta pada Senin.

Pembekalan yang diselenggarakan 19-24 Juli di Balai Besar Pengembangan Pasar Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (BBPPK dan PKK) itu bertujuan memberikan bekal dan pendampingan kepada para peserta untuk menjadi wirausahawan yang tangguh, inovatif, kreatif, dan berdaya saing tinggi.

Ida menekankan bahwa kewirausahaan menjadi salah satu perhatian Kementerian Ketenagakerjaan karena jenis usaha ultramikro, mikro, dan kecil menjadi penyerap tenaga kerja terbesar yaitu lebih dari 70 persen sehingga strategis dalam mengatasi pengangguran di Indonesia.

Baca juga: Sektor UMKM diharapkan mampu tampung dua juta pengangguran

Baca juga: Sandiaga fokus untuk memberdayakan UMKM atasi pengangguran


"UMKM ini sangat strategis untuk mengatasi pengangguran di Indonesia. UMKM memberikan kontribusi besar dalam menyerap tenaga kerja," kata Menaker Ida.

Karena itu, Kemnaker terus mengembangkan berbagai program pelatihan dan menjalankan sinergi dengan para pemangku kepentingan untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja dan perluasan pasar kerja.

"Kami berharap, peserta penerima program pembekalan ini dapat menjadi wirausaha yang mampu bersaing di dalam negeri maupun internasional dan mampu menyerap tenaga kerja, sehingga dapat membantu pemerintah dalam perluasan kesempatan kerja," kata dia dalam acara peresmian yang dilakukan pada Ahaf (19/7) malam itu.

Menaker mengatakan bahwa pandemi COVID-19 telah berdampak terhadap sektor ketenagakerjaan Indonesia dengan berbagai perusahaan menghentikan operasinya. Angka pengangguran juga diperkirakan bertambah 3 sampai 5 persen.

Sebelumnya pada Februari 2020 data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan angka pengangguran terbuka (TPT) mencapai 4,99 persen, atau sebanyak 6.882.200 orang.

Kemnaker sendiri memiliki data terverifikasi 1,7 juta orang pekerja terdampak akibat pandemi sampai dengan akhir Mei 2020.

Melihat persoalan tersebut, Menaker meyakini kewirausahaan dapat menjadi jawaban untuk kembali menarik banyak tenaga kerja. Kemnaker juga telah mendesain program kewirausahaan untuk perluasan kesempatan kerja.

Selain itu, mulai 2021 rencananya Kemnaker akan melaksanakan program kewirausahaan yang terintegrasi dan berkelanjutan, sehingga bisa secara efektif membentuk wirausahawan-wirausahawan baru dan meningkatkan wirausahawan rintisan sehingga lebih produktif.*

Baca juga: Kemenaker: Tunjangan pengangguran untuk tumbuhkan semangat berusaha

Baca juga: Pemerintah targetkan dua juta peserta kartu pra kerja

Pewarta: Prisca Triferna Violleta
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Sri Mulyani: angka kemiskinan dan pengangguran turun pada 2019

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar