Bangladesh restui uji tahap akhir vaksin COVID-19 Sinovac China

Bangladesh restui uji tahap akhir vaksin COVID-19 Sinovac China

Seorang anggota staf menunjukkan sampel vaksin COVID-19 nonaktif di Sinovac Biotech Ltd. yang berada di Beijing, China, 11 April 2020. (ANTARA FOTO/Xinhua/Zhang Yuwei/pras)

Kami memberi izin etis untuk uji coba setelah meninjau protokol penelitian
Dhaka (ANTARA) - Bangladesh merestui uji coba tahap akhir calon vaksin COVID-19 yang dikembangkan oleh Sinovac Biotech Ltd China, menurut pejabat pada Senin, saat infeksi di negara Asia Selatan itu terus meningkat.

Sinovac mencari relawan di luar negara China sebab jumlah kasus virus corona di negara tersebut sudah berkurang, kata anggota komite penasihat teknis nasional Bangladesh yang menangani COVID-19.

International Centre for Diarrhoeal Disease Research, Bangladesh (ICDDR,B) akan melakukan uji coba mulai bulan depan.

"Kami memberi izin etis untuk uji coba setelah meninjau protokol penelitian," kata Mahmood Uz Jahan, direktur Dewan Penelitian Medis Bangladesh (BMRC) kepada Reuters.

Baca juga: Bio Farma dan Sinovac China akan uji klinis vaksin COVID di Indonesia
Baca juga: Sinovac China Produksi Vaksin Flu Babi


"Protokol yang diberikan ICDDR,B kepada BMRC akan diterapkan pada 4.200 relawan. Setengah di antaranya akan diberikan vaksin."

Uji coba akan dilakukan di tujuh rumah sakit rujukan COVID-19 di Dhaka, kata pejabat ICDDR,B tanpa menyebutkan identitasnya.

Bangladesh hingga Minggu (19/7) mencatat 204.525 kasus terkonfirmasi virus corona dengan 2.618 kematian.

Sinovac mengatakan bahwa pihaknya akan memulai uji coba Tahap III calon vaksin COVID-19 di Brazil Juli ini.

Pejabat senior Kementerian Kesehatan Bangladesh mengatakan bahwa negara tersebut berharap menjadi prioritas dalam memperoleh vaksin jika terbukti manjur dalam uji coba tersebut.

Sumber: Reuters

Baca juga: Inggris tanda tangani kesepakatan dengan Pfizer untuk vaksin COVID-19
Baca juga: Rusia akan produksi massal vaksin COVID-19 eksperimental

Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Efektif atau tidak vaksin COVID-19, jika strain virus China beda dengan Indonesia?

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar