Sri Adiningsih jadi komisaris Indosat Ooredoo

Sri Adiningsih jadi komisaris Indosat Ooredoo

Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) periode 2015-2019 Sri Adiningsih (kanan) memberikan ucapan selamat kepada anggota Watimpres periode 2019-2024, di Jakarta, Senin (16/12/2019). ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/ama.

Adalah suatu kebanggaan Sri Adiningsih bisa disetujui sebagai komisaris di perusahaan. Apalagi dengan kemampuan sebagai ekonom selama ini yang tidak diragukan lagi
Jakarta (ANTARA) - Ekonom Sri Adiningsih disetujui menjadi komisaris Indosat Ooredoo dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) perusahaan yang dilakukan secara virtual dalam upaya menjaga kesehatan dan keselamatan pemegang saham yang menjadi prioritas.

"Adalah suatu kebanggaan Sri Adiningsih bisa disetujui sebagai komisaris di perusahaan. Apalagi dengan kemampuan sebagai ekonom selama ini yang tidak diragukan lagi," kata Komisaris Independen Indosat Ooredoo Elisa Lumbantoruan dalam jumpa pers secara virtual di Jakarta, Senin.

Dikatakan, pengangkatan Sri Adiningsih, yang pernah menjadi salah satu anggota Dewan Pertimbangan Presiden 2015-2019 ini, juga merupakan komisaris pertama perempuan dalam jajaran Dewan Komisaris Perusahaan telekomunikasi tersebut.

RUPST memutuskan menyetujui laporan tahunan perusahaan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019, menetapkan penggunaan laba bersih perusahaan untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2019, menyetujui total remunerasi Dewan Komisaris Perusahaan 2020, serta menyetujui pengangkatan auditor independen perusahaan untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2020.

"Selain itu juga menyetujui penggunaan dana yang diterima dari Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan III Indosat Tahap I Tahun 2019, Sukuk Ijarah Berkelanjutan III Indosat Tahap I Tahun 2019, Obligasi Berkelanjutan III Indosat Tahap II Tahun 2019 dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan III Indosat Tahap II Tahun 2019," katanya.

Rapat juga menyetujui perubahan dalam komposisi dan/atau pengangkatan kembali Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan dengan susunan:

- Sheikh Mohammed bin Abdulla Al Thani, Komisaris Utama;
- George Bowring Challenor, Komisaris;
- Nigel Thomas Byrne, Komisaris;
- Sri Adiningsih, Komisaris;
- Andrew Tor Oddvar Kvalseth, Komisaris;
- Heru Pambudi, Komisaris;
- Afini Boer, Komisaris;
- Elisa Lumbantoruan, Komisaris Independen;
- Wijayanto Samirin, Komisaris Independen;
- Syed Maqbul Quader, Komisaris Independen.

Komposisi Dewan Direksi Perusahaan tetap sama sejak penutupan Rapat ini sampai penutupan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan pada 2024 (sesuai dengan Anggaran Dasar Perusahaan) yaitu:

- Ahmad Abdulaziz A A Al-Neama, Direktur Utama;
- Eyas Naif Saleh Assaf, Direktur;
- Vikram Sinha, Direktur;
- Arief Musta’in, Direktur;
- Irsyad Sahroni, Direktur Independen.

Direktur Utama Indosat Ooredoo, Ahmad Al-Neama, mengatakan Indosat Ooredoo berkomitmen untuk mendukung Pemerintah dan masyarakat Indonesia karena saat kita semua menghadapi pandemi COVID-19.

"Ada banyak inisiatif dan sistem pendukung yang kami persembahkan untuk masyarakat, pelanggan, karyawan, dan pemerintah dengan meningkatkan jaringan kami dan membantu mereka yang membutuhkan," kata Ahmad.

Baca juga: Indosat sebut reorganisasi telah rampung, tersisa 52 karyawan menolak

Baca juga: PSN dan Indosat Ooredoo akan luncurkan satelit Nusantara Dua

Baca juga: Peduli karyawan, CEO Indosat percepat pembagian bonus Rp318 miliar

Baca juga: Indosat keluarkan sejumlah program dukung kerja dari rumah

 

Pewarta: Ahmad Wijaya
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar