RSU sebut peluang sembuh 36 TNI positif COVID-19 di Manokwari tinggi

RSU sebut peluang sembuh 36 TNI positif COVID-19 di Manokwari tinggi

Dokumentasi - Ratusan pasukan BKO TNI saat menerima arahan dari Wakil Kepala Staf TNI AD Mayjen Moch Fachruddin di Markas Kodam XVIII/Kasuari pada Senin (13/7/2020). ANTARA/Toyiban/aa.

Mereka ini rata-rata tidak menunjukkan gejala yang menonjol
Manokwari (ANTARA) - Direktur Rumah Sakit Umum (RSU) Provinsi Papua Barat, Arnoldus Tiniap menyatakan bahwa peluang sembuh 36 prajurit TNI Angkatan Darat yang terkonfirmasi positif COVID-19 di Manokwari, tinggi.

Arnoldus Tiniap ditemui di Manokwari, Selasa, menjelaskan bahwa para anggota pasukan bawah kendali operasi (BKO) yang didatangkan dari sejumlah kodam di Indonesia itu saat ini masih berada dalam pemantauan RSU Papua Barat di Manokwari. Kondisi kesehatan mereka hingga Selasa terpantau  bagus.

Baca juga: Gugus Tugas telusuri penularan COVID-19 klaster BKO TNI Manokwari

"Mereka ini rata-rata tidak menunjukkan gejala yang menonjol. Ada satu yang punya gejala serius dan sempat dirawat di Rumah Sakit Kodim sebelum dibawa ke sini. Pernah diinfus juga tapi kemarin sudah dilepas dan sekarang kondisinya sudah jauh lebih bagus," ucap Arnoldus.

Meskipun demikian, lanjut Arnold, satu pasien itu masih dirawat di tempat terpisah. Sedangkan 35 prajurit lainnya diisolasi di bangsal yang lain.

"Yang 35 orang ini suhu tubuhnya normal. Kondisi kesehatannya cukup bagus dan tidak ada yang membutuhkan penanganan khusus. Sedangkan yang satu saat ini kondisinya sudah bagus tapi kami masih harus terus memantau, agar tidak kembali drop," ujar Arnold.

Baca juga: 36 anggota TNI positif COVID-19 di Manokwari dalam kondisi baik

Layaknya pasien lain, kata Tiniap, para tentara ini terus dipantau selama 24 jam nonstop dan diberikan vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Pemberian obat akan diberikan sesuai dengan gejala yang mereka alami.

Ia menjelaskan, mengacu pada prosedur penanganan yang baru para pasien COVID-19 akan dipantau selama 10 hari sejak menjalani isolasi. Jika tidak menunjukkan gejala selama masa isolasi itu yang bersangkutan bisa keluar tanpa harus menjalani pemeriksaan COVID-19.

"Kalau tidak menunjukkan gejala bisa keluar tanpa harus tes usap, prosedur yang baru seperti itu, tapi itu nanti yang menentukan dokter yang menangani. Bisa juga di tes usap kalau kita mau memastikan apakah mereka benar-benar sudah bebas virus atau belum," ujarnya.

Baca juga: Manokwari perpanjang masa tanggap darurat COVID-19

Sebanyak 36 prajurit TNI ini menjalani isolasi di RSU Papua Barat di Manokwari sejak Sabtu 18 Juli 2020. Hingga saat ini terhitung sudah empat hari mereka menjalani isolasi.

"Semoga mereka semua bisa segera sembuh termasuk pasien lain baik di Manokwari maupun daerah lain," kata Arnoldus yang juga Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Provinsi Papua Barat tersebut. 

Baca juga: Dua daerah di Papua Barat kembali ke zona hijau

 

Pewarta: Toyiban
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Polsek Aimas sediakan  wifi gratis untuk belajar secara daring

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar