Bertambah 23, termasuk seorang nakes, positif COVID-19 Riau naik 310

Bertambah 23, termasuk seorang nakes, positif COVID-19 Riau naik 310

Seorang tenaga kesehatan (nakes) mengenakan alat pelindung diri lengkap melakukan uji usap massal di kantor pemerintahan Provinsi Riau, Pekanbaru, Selasa (21/7/2020). ANTARA FOTO/FB Anggoro/foc.

Per hari ini dengan tambahan 23 kasus baru maka jumlah total kasus positif COVID-19 di Riau tembus 310 kasus
Pekanbaru (ANTARA) - Gugus Tugas Percepatan Penangangan (GTPP) COVID-19 Riau menyatakan jumlah pasien positif COVID-19 di provinsi itu pada Selasa bertambah 23 kasus, dan salah satunya adalah tenaga kesehatan (nakes) di Kota Pekanbaru sehingga jumlah totalnya naik menjadi sebanyak 310 kasus.

“Per hari ini dengan tambahan 23 kasus baru maka jumlah total kasus positif COVID-19 di Riau tembus 310 kasus," kata Juru Bicara GTPP COVID-19 Riau, dr Indra Yovi, Sp.P(K) dalam pernyataan di Pekanbaru, Selasa.

Ia mengatakan terdapat tiga kasus baru di Kota Pekanbaru, masing-masing berinisial HM, FYP dan SH. Pasien inisial FYP yang berusia 24 tahun adalah nakes di Kota Pekanbaru dan belum diketahui penularannya dari mana.

“Pasien FYP datang ke rumah sakit dengan keluhan demam dan suhunya 38 derajat Celcius, nyeri kepala, pilek, batuk berdahak, sesak nafas disertai nyeri dada. Ibu FYP ini dilakukan pemeriksaan swab pada tanggal 19 Juli 2020 dengan hasil dinyatakan positif COVID-19,” katanya.

Indra Yovi mengatakan seluruh 12 kabupaten dan kota di RIau kini sudah terdapat kasus COVID-19, setelah Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) muncul kasus perdana. Sebelumnya, daerah di pesisir Riau tersebut selama ini adalah zona hijau yang tidak terdapat kasus sama sekali.

“Satu kabupaten yang sebelumnya tak ada kasus positif, yakni Rohil, sekarang ada. Sehingga semua kabupaten kota di Riau sudah ada kasus positif COVID-19,” katanya.

Pasien tersebut berinisial WS, yang kini sudah dirawat di rumah sakit rujukan di Rohil. Pasien berusia 33 tahun ini pemeriksaan tes usap massal di daerah tersebut pada tanggal 16 Juli 2020.

“Belum diketahui riwayat penularan dari Tuan WS karena tidak memiliki riwayat perjalanan dan riwayat kontak erat dengan pasien positif COVID-19,” katanya.

Penambahan kasus paling banyak di Kabupaten yakni ada delapan pasien baru. Mereka terdiri dari inisial TF (39), Y (40), D (55), ZH (14) DAP (12), yang merupakan kontak erat dari kasus positif ke-255 yakni pasien N (50) yang juga warga Siak.

Kemudian ada juga pasien berinisial FA (32) M (82), dan RC (21), yang merupakan kontak erat dari pasien positif kasus ke-256 berinisial MY (90) juga warga Siak. Semua pasien tersebut kini dirawat di rumah sakit di Siak.

Kemudian ada empat penambahan kasus di Kota Dumai, salah satunya berinisial NF yang merupakan seorang pelajar. Pasien berusia 12 tahun ini melakukan perjalanan kembali untuk bersekolah di Kabupaten Rokan Hilir pada tanggal 12 Juli 2020.

“NF melakukan rapid test untuk syarat masuk kembali bersekolah dengan hasil reaktif, dan melanjutkan pemeriksaan swab di Kota Dumai pada tanggal 17 Juli 2020 dengan dinyatakan positif COVID-19,” katanya.

Pasien baru lainnya di Dumai masing-masing berinsial MJA (35), MS (54), dan SB (51).

Di Kabupaten Kampar terdapat penambahan tiga kasus baru, yakni berinisial EL (51), E (51), dan EY (42). Kemudian di Kabupaten Inndragiri Hilir ada satu pasien positif COVID-19 baru yakni berinisial MS (25).

Selain itu, penambahan kasus di Riau juga berasal dari tiga warga Provinsi Sumatera Selatan, yang berinisial AC (21), S (25) dan YS (45). Mereka adalah pekerja di salah satu perusahaan di Kabupaten Siak. Mereka memiliki riwayat perjalanan dari Kota Palembang, demikian  Indra Yovi.

Baca juga: Selama pandemi, 1.357 mahasiswa kurang mampu di Riau dapat bansos

Baca juga: Klaster baru COVID-19 di Riau muncul dari penularan pegawai bank

Baca juga: Ada karyawan positif COVID-19, Dinkes tutup toko di Mal Pekanbaru


Pewarta: FB Anggoro
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Usulan sanksi pelanggar protokol COVID-19 di Pilkada, dari UU Karantina hingga UU Wabah

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar