WhatsApp gandeng UKM Indonesia latih ribuan UMKM selama pandemi

WhatsApp gandeng UKM Indonesia latih ribuan UMKM selama pandemi

Ilustrasi WhatsApp (Pixabay)

Jakarta (ANTARA) - WhatsApp bekerja sama dengan UKM Indonesia menginisiasi program pelatihan untuk lebih dari 3.500 pemilik usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di 12 kota di Indonesia selama masa pandemi COVID-19.

WhatsApp APAC Public Policy Director​ Clair ​Deevy, Selasa menginisiasi program bertajuk “Go Digital & Scale Up with WhatsApp” yang menawarkan pelatihan untuk memulai dan menjalankan bisnis digital agar tetap bisa menjangkau, bahkan menarik pelanggan baru, walau dalam masa pembatasan sosial yang disebabkan oleh COVID-19.

“WhatsApp, melalui kampanye “BaWA Usaha Aja!”, berkomitmen mendukung perekonomian dan masyarakat Indonesia melalui digitalisasi,” katanya.

Misi ini juga dimiliki oleh UKM Indonesia, sebuah portal khusus yang menyediakan informasi komprehensif terkait perizinan usaha untuk mendorong perkembangan UMKM di Indonesia.

Portal ini dibentuk dan dikelola oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia.

Sebelumnya Kementerian Keuangan menyatakan bahwa UMKM adalah salah satu dari banyak sektor yang terdampak secara signifikan oleh pandemi COVID-19.

“Pandemi ini telah menimbulkan kendala-kendala yang tidak terduga oleh pelaku usaha kecil dan para pelanggan yang bergantung kepada mereka,” ujar ​Clair.

Ia menambahkan, program yang disusun oleh WhatsApp dan UKM Indonesia ini akan memberikan pelatihan yang bisa bermanfaat bagi pelaku UMKM.

“Seperti cara masuk ke perekonomian digital, terutama dalam situasi sulit ini, agar mereka bisa membangun usaha mereka lebih lanjut dan tetap terhubung dengan pelanggan di seluruh Indonesia,” lanjut ​Clair​.

Program pelatihan ini akan diadakan secara daring agar para pelaku UMKM di seluruh Indonesia berkesempatan untuk partisipasi.

Kurikulum pelatihan ini mencakup cara mengembangkan strategi bisnis, serta keterampilan umum untuk memasarkan suatu produk dan menjangkau pelanggan baru dengan memanfaatkan sarana digital seperti WhatsApp Business.

Ketua UKM Indonesia​ Dewi Meisari Haryanti, mengatakan Indonesia masih memiliki banyak tempat yang belum dilengkapi infrastruktur untuk konektivitas internet sebaik di perkotaan.

Sementara banyak peserta pelatihan membutuhkan sarana yang sederhana tapi tangguh, seperti WhatsApp Business, yang tidak memerlukan konektivitas terbaik untuk bekerja dengan baik.

“UMKM menyumbang sekitar 60 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia, sebuah jumlah yang besar, sekitar Rp15,7 triliun per harinya. Mereka juga menciptakan banyak lapangan pekerjaan di seluruh Indonesia,” kata Dewi​.

Oleh karena itu ia menekankan platform digital sangat penting untuk bisnis saat ini, dan Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk mendorong transformasi digital bagi UMKM di seluruh nusantara.

Deputi I Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Dr. Iskandar Simorangkir, S.E., MA, mengatakan pihaknya ingin UMKM di Indonesia meningkatkan keterampilan digital dan literasi finansial mereka sehingga tidak hanya untuk mendukung pertumbuhan pesat bagi usaha mereka, tetapi juga untuk mempercepat pemulihan ekonomi Indonesia:

“Kami tahu bahwa untuk dapat menjangkau ratusan ribu UMKM di Indonesia, kami harus terbuka untuk berkolaborasi. Oleh karena itu, kami sangat mengapresiasi program pelatihan yang telah diinisiasi oleh WhatsApp dan UKM Indonesia ini,” jelas ​Dr. Iskandar​.

Program pelatihan ini dapat diakses melalui ​http://belajarukmindonesia.id/​, dan akan dilakukan secara bertahap dalam kurun waktu enam bulan.

Setiap tahap terdiri dari tiga sesi, dan setiap sesi berdurasi dua jam. Pelatihan ini gratis bagi pemilik UMKM di Indonesia. Dalam program ini, peserta akan belajar mengenai berbagai topik mulai dari strategi promosi, mengatur keuangan, dan tentu saja, memaksimalkan kegiatan pemasaran mereka dengan memanfaatkan WhatsApp Business.

Untuk mempromosikan UMKM yang berpartisipasi dalam pelatihan ini, UKM Indonesia membuat akun WhatsApp Business untuk menampilkan berbagai macam usaha di fitur katalognya, yang kemudian dapat disebarluaskan.

Katalog tersebut tidak hanya menampilkan nama atau industri usaha-usaha tersebut, tetapi juga akan terhubung dengan akun atau kanal usaha milik para UMKM.

Dengan demikian, memudahkan pelanggan yang menghubungi mereka secara langsung. Jaringan komunitas mitra dan anggota UKM Indonesia yang tersebar di pelosok Indonesia akan membantu mempromosikan para UMKM yang ada dalam katalog ini.

Pewarta: Hanni Sofia
Editor: Adi Lazuardi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Mudahnya belanja di pasar tradisional via WhatsApp

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar