Warga tak jujur, Riau hadapi kendala tekan kasus penyebaran COVID-19

Warga tak jujur, Riau hadapi kendala tekan kasus penyebaran COVID-19

Gubernur Riau Syamsuar (kedua kiri) menyampaikan keterangan pers tentang persiapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Pekanbaru yang telah mendapatkan persetujuan dari Kementerian Kesehatan, di Posko Gugus Tugas Penangangan COVID-19 Provinsi Riau di Pekanbaru, Riau, Senin (13/4/2020). Untuk mecegah meluasnya penyebaran virus Corona (COVID-19), Gubernur Riau mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menaati peraturan-peraturan di saat diberlakukanya PSBB di Kota Pekanbaru. ANTARA FOTO/Rony Muharrman/wsj.

Kondisi ini diperparah lagi terkait sejumlah perusahaan di Riau mendatangkan tenaga kerja asal luar provinsi, apalagi dari daerah zona merah positif COVID-19
Provinsi Riau (ANTARA) - Gubernur Riau Syamsuar mengatakan pihaknya kini masih menghadapi kendala untuk menekan penyebaran COVID-19, seperti kurangnya kesadaran masyarakat dalam melaksanakan protokol kesehatan, serta ketidakjujuran masyarakat menyampaikan status kesehatannya, yang masuk ke daerah Riau dari zona merah.

"Kondisi ini diperparah lagi terkait sejumlah perusahaan di Riau mendatangkan tenaga kerja asal luar provinsi, apalagi dari daerah zona merah positif COVID-19 sehingga di Riau hingga 22 Juli 2020 dilaporkan terjadi penambahan 38 kasus pasien positif COVID-19 di Provinsi Riau," kata Gubernur Riau Syamsuar dalam keterangan di Pekanbaru, Kamis.

Bahkan, kata dia, penambahan 38 kasus positif itu di Riau pada Rabu (22/7) menjadi yang paling banyak dalam sehari.

Ia menambahkan dengan adanya penambahan 38 kasus itu,  maka total kasus positif COVID-19 di Riau melonjak menjadi 34 8 orang, di mana  sehari sebelumnya (21/7)  310 orang.

Karena itu, kata dia, perusahaan di Riau harus berhenti memasukkan tenaga kerja dari luar Provinsi Riau karena penambahan kasus positif  COVID di Riau baru-baru ini menjadi klaster baru impor dari provinsi lain.

Untuk kasus ini, dirinya Pemrov Riau telah menghubungi pimpinan perusahaan agar untuk sementara tidak usah mengambil tenaga kerja dari luar, dan memberdayakan saja tenaga kerja dari Riau .

Sebagai dampak penambahan kasus di Riau karena banyak dari klaster baru daerah luar Provinsi Riau, pihaknya meminta perusahaan di wikayahnya menangguhkan dulu mendatangan tenaga kerja dari luar daerah.

Menurut dia  ada perusahaan yang beroperasi di Dumai dan Siak minta izin mendatangkan tenaga kerja dari luar, namun pihaknya meminta untuk menghentikan dulu, dan sebaiknya mengutamakan penerimaan tenaga kerja untuk orang Riau saja, terlebih jika datang dari daerah zona merah.

Pemerintah Provinsi Riau kini terus menggencarkan sosialisasi dan mengimbau masyarakat agar tetap mematuhi protokol kesehatan guna menekan penularan COVID-19 itu.

Kepada warga Riau diminta disiplin menerapkan protokol kesehatan karena penularan COVID-19, seperti mencuci tangan dengan sabun,  memakai masker dan tetap menjaga jarak, serta melaksanakan penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), demikian Syamsuar.

Baca juga: Bertambah 23, termasuk seorang nakes, positif COVID-19 Riau naik 310

Baca juga: Pelaku usaha di Riau diminta tangguhkan dulu naker dari luar

Baca juga: Tiga ASN positif COVID-19, Kantor Disdikbud Siak ditutup sepekan

Baca juga: Satu warga India positif COVID-19 dirawat di Riau



Pewarta: Frislidia
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Keterlambatan klaim jadi kendala pencairan anggaran kesehatan COVID-19

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar