Hasto: Program padat karya dapat geliatkan ekonomi di tengah COVID-19

Hasto: Program padat karya dapat geliatkan ekonomi di tengah COVID-19

Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto (paling kanan) saat mengikuti diskusi virtual rapat koordinasi nasional bidang industri, tenaga kerja dan jaminan sosial dengan tema Kebijakan Mengatasi Pengangguran, di kantor pusat partai itu, di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Kamis. (ANTARA/HO-DPP PDI-P)

Jakarta (ANTARA) - Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyatakan pelaksanaan program padat karya merupakan salah satu instrumen penting dalam menggeliatkan ekonomi di tengah pandemi COVID-19.

Hasto menyampaikan hal itu saat membuka diskusi virtual rapat koordinasi nasional bidang industri, tenaga kerja, dan jaminan sosial dengan tema "Kebijakan Mengatasi Pengangguran", di kantor pusat DPP PDI Perjuangan (PDIP) Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Kamis.

PDIP juga sudah memerintahkan jajarannya di tiga pilar partai, yaitu struktural, eksekutif, dan legislatif, agar mendukung pelaksanaan program padat karya, di samping memberikan bantuan sosial.

Baca juga: Hasto: Jaring pengaman sosial atasi COVID-19 harus pro wong cilik

Hadir dalam diskusi itu antara lain Menteri Pekerjaan Umum dan Pekerjaan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dan Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani, dengan moderator Ketua DPP PDIP bidang Industri, Ketenagakerjaan, dan Jaminan Sosial Nusyirwan Soejono.

"Kami harus menggunakan seluruh sumber daya kami untuk membantu pemerintahan Jokowi-Ma'ruf, membantu seluruh rakyat Indonesia dengan menggerakkan seluruh kebijakan yang berpihak pada rakyat," kata Hasto dalam keterangan tertulisnya.

Hasto menyatakan PDIP memiliki infrastruktur partai di mana enam gubernur dan tujuh wakil gubernur berasal dari partai itu.

Selain itu juga 113 kepala daerah tingkat dua dan 113 wakil kepala daerah tingkat dua, serta memiliki 128 anggota DPR RI dan 416 anggota DPRD di tingkat provinsi, di antaranya 18 ketua DPRD provinsi berasal dari PDIP.

Baca juga: Hasto: Presiden Jokowi ambil kebijakan tepat tangani COVID-19

"Apabila diperlukan sinergitas dengan seluruh struktural, eksekutif, dan legislatif partai, yang oleh koalisi juga mendukung Pak Jokowi-Ma'ruf Amin yang secara politik juga didukung oleh Gerindra, Golkar, PKB, PPP, NasDem dan sebagainya, maka sebenarnya secara politik ini model dasar yang baik bagi Jokowi untuk mengambil suatu kebijakan dan terobosan," kata Hasto.

Di samping pelaksanaan program padat karya, lanjut Hasto, PDIP juga menaruh perhatian pada isu keadilan sosial, kemandirian pangan serta kesehatan, dan efektivitas pasar domestik.

PDIP, kata Hasto, menginginkan impor untuk komoditas perlu dihentikan sementara ini, dan dibelanjakan dalam negeri.

"Bu Megawati telah mencanangkan program tanam tanaman yang bisa dimakan. Gerakan tanaman pendamping beras, kemudian buah-buahan lokal ini yang kita kedepankan. Karena itu kami akan terima masukan dari Apindo agar partai bisa memberikan arah dalam menghadapi berbagai persoalan yang tidak mudah itu," katanya.

Baca juga: PDIP gelorakan kemandirian pangan di tengah pandemi COVID-19

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan pihaknya mengapresiasi sikap PDIP yang selalu mendukung pemerintahan Jokowi-Ma'ruf, khususnya di saat pandemi COVID-19.

"Presiden juga meminta agar mari kita semua menyamakan frekuensi. Kalau kita dalam kondisi krisis, bahkan semua menteri dan kader PDIP ini, supaya kita bergerak bersama atau gotong royong," kata Basuki.

Menurut dia, saat ini ada 14 program infrastruktur berbasis masyarakat yang merupakan padat karya.

"Tujuannya untuk mempertahankan daya beli masyarakat supaya masyarakat punya uang dan mengurangi angka pengangguran," kata Basuki.

Hariyadi Sukamdani dari Apindo juga mendukung jika pemerintah mendorong terlaksananya program padat karya, karena berdasarkan data yang ada, nilai investasi yang masuk ke Indonesia memang meningkat.

Baca juga: Hasto: Isu keadilan ekonomi harus jadi perhatian bersama

Pada 2019, investasi masuk ke Indonesia tercatat Rp809,6 triliun, naik dari 2018 sebesar Rp721,3 triliun. Namun, investasi yang masuk itu mayoritas adalah industri padat modal, bukan padat karya yang mempekerjakan banyak orang.

Akibatnya, semakin ke sini, justru angka tenaga kerja yang terserap oleh investasi tersebut justru menurun. Pada 2017 sebanyak 1.176.353 pekerja terserap, turun menjadi 1.033.835 orang pada 2019.

"Kita harus mengembangkan dan mendorong program padat karya," kata Hariyadi.

Ketua DPP PDIP bidang Industri, Ketenagakerjaan, dan Jaminan Sosial Nusyirwan Soejono mengatakan pihaknya berharap berbagai program yang disiapkan pemerintah bisa segera dilaksanakan sehingga bisa mengurangi beban berat masyarakat di tengah pandemi.

"Kami berharap program-program padat karya bisa dilaksanakan," kata Nusyirwan.

Pewarta: Syaiful Hakim
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Umumkan 75 paslon, PDIP usung Bobby Nasution di Pilkada Medan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar