Kasus positif COVID-19 di Tarakan bertambah satu orang

Kasus positif COVID-19 di Tarakan bertambah satu orang

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Tarakan, Devi Ika Indriarti. Antara/Susylo Asmalyah

Sedangkan sudah dinyatakan sembuh sebanyak 87 pasien
Tarakan (ANTARA) - Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Tarakan, Devi Ika Indriarti menyebutkan kasus positif COVID-19 bertambah satu di Tarakan dengan inisial ANB (20) yang sebelumnya melakukan perjalanan dari Surabaya.

Pasien berjenis kelamin perempuan ini merupakan warga kelurahan Kampung Empat.

“Bertambah satu kasus konfirmasi positif COVID-19, sehingga jumlah kasus positif menjadi 88 orang,” kata Devi di Tarakan, Kamis.

Baca juga: Semua pasien COVID-19 di Tarakan dinyatakan sembuh

Jumlah kasus suspek yang terpantau saat ini sebanyak 196 orang dengan keluhan infeksi saluran pernafasan Akut (ISPA). Sedangkan yang sudah sembuh sebanyak 87 orang.

“Dan pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di negara/wilayah Indonesia yang melaporkan transmisi lokal,” kata Devi.

Orang dengan salah satu gejala ISPA dan 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat kontak dengan kasus konfirmasi COVID-19, orang dengan ISPA berat atau pneumonia berat yang membutuhkan perawatan di rumah sakit dan tidak ada penyebab lain berdasarkan gambaran klinis yang meyakinkan.

Baca juga: Tes usap negatif, satu PDP COVID-19 di Tarakan-Kaltara meninggal dunia

“Jumlah seluruh kontak erat yang sedang dipantau yang saat ini sebanyak 74 orang. Kontak erat adalah orang yang memiliki riwayat kontak dengan kasus probable atau konfirmasi COVID-19,” kata Devi.

Riwayat kontak erat yang dimaksud yakni kontak tatap muka/berdekatan dengan kasus probable/kasus konfirmasi dalam radius satu meter dan dalam jangka waktu 15 menit atau lebih.

Baca juga: GTPP: Tambah delapan, positif COVID-19 di Tarakan-Kaltara naik 86

Kemudian sentuhan fisik langsung dengan kasus yang terkonfirmasi seperti salaman, berpegangan tangan dan lain – lain.Selanjutnya orang yang memberikan perawatan langsung terhadap kasus terkonfirmasi tanpa menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) yang sesuai standar.

“Kami sampaikan, kepada seluruh masyarakat yang ada di Kota Tarakan agar selalu menerapkan protokol kesehatan pencegahan COVID-19,” katanya.

Pewarta: Susylo Asmalyah
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Tips jalani vaksinasi selama Ramadhan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar