Kadin Jatim dorong pemasaran produk pelumas nasional

Kadin Jatim dorong pemasaran produk pelumas nasional

Virtual meeting yang digelar Kadin Jatim bersama Pertamina Lubricant di Surabaya. (ANTARA /HO-Kadin Jatim)

Oleh karena itu, kami siap membantu mendorong pemasaran pelumas nasional. Langkah ini juga sebagai salah satu upaya Kadin Jatim untuk kembali menggairahkan ekonomi daerah
Surabaya (ANTARA) - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur akan mendorong pemasaran produk pelumas nasional yang diproduksi PT Pertamina Lubricant, khususnya di seluruh wilayah Jatim, karena saat ini masih banyak pengusaha yang memilih produk pelumas dengan brand luar negeri, mengalahkan pelumas nasional.

Wakil Ketua Umum Bidang Minyak dan Gas Kadin Jatim, Tri Prakoso di Surabaya, Jumat mengatakan kebutuhan pelumas di wilayah Jatim cukup besar, terutama untuk industri, namun karena kurangnya informasi yang didapatkan pelaku industri, akhirnya banyak pengusaha yang justru memilih produk pelumas dengan brand luar negeri, mengalahkan pelumas produk Pertamina Lubricant yang sejati sangat layak dan kualitasnya tidak kalah dibanding produk dari negara luar.

"Oleh karena itu, kami siap membantu mendorong pemasaran pelumas nasional. Langkah ini juga sebagai salah satu upaya Kadin Jatim untuk kembali menggairahkan ekonomi daerah," kata Tri, dalam kegiatan diskusi virtual bersama Pertamina Libricant.

Ia mengatakan, di industri transportasi mulai dari transportasi darat, laut hingga udara, pelumas menjadi salah satu produk yang sangat dibutuhkan demi kelancaran dan keberlangsungan usaha tersebut.

Tri mengatakan, Kadin akan mengoptimalkan sebanyak 38 Kadin Kabupaten dan Kota di seluruh Jatim, dan akan menggunakan jaringan tersebut dalam memasarkan produk pelumas Pertamina.

"Selain untuk supporting industri, bisa juga untuk pemasaran produk pelumas untuk kebutuhan ritel melalui pembangunan olimart," ujar Tri, menjelaskan.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Bidang Konstruksi Kadin Jatim, M Rizal mengatakui selama informasi tentang produk pelumas Pertamina juga tidak sampai dengan benar kepada konsumen di sektor konstruksi, sehingga mereka lebih memilih menggunakan pelumas merek luar negeri. Misalkan tentang lama masa penggunaan, hingga kualitas pelumas tidak secara gamblang dan jelas sampai ke konsumen.

Untuk itu, kata dia, Kadin Jatim akan membuat forum bersama yang akan mempermudah koordinasi antara pengusaha dengan pihak Pertamina Lubricant.

"Virtual meeting ini akan kami jadikan awal forum bisnis, yang nantinya berguna untuk membicarakan segala hal yang terkait dengan bisnis pelumas dan tentang kebutuhan lainnya," kata Rizal.

Menanggapi langkah itu, Vice President Key Account Pertamina Lubricant, Sigit Pranowo, menyambut gembira, dan mendukung penuh.

Ia mengatakan, sebenarnya Pertamina Lubricant telah masuk di pasar pelumas shipping line. Hanya saja, kinerja pemasaran pelumas pertamina di sektor ini masih belum maksimal.

"Sebenarnya kalau di transportasi laut kami sudah eksis walaupun masih banyak ruang dimana kami mestinya secara pemasaran bisa masuk, khususnya di Surabaya karena Surabaya pusat maritim. Dan beberapa tahun yang lalu, kami juga telah rutin lakukan pertemuan dengan INSA Pusat, namun beberapa tahun terakhir kebiasaan yang bagus itu belum dilanjutkan lagi," kata Sigit, menerangkan.

Untuk itu, ia berharap melalui kerja sama ini komunikasi dengan pengusaha bisa dihidupkan lagi, sebab dukungan dari Kadin sangat bagus untuk wilayah Surabaya, tentang pengetahuan produk maupun marketing untuk anggota INSA Surabaya.

Sigit mengaku, segera menindaklanjuti langkah Kadin Jatim ini dengan berkunjung ke kantor Kadin dalam waktu dekat, untuk melakukan perbincangan secara mendalam tentang kerja sama yang akan dibangun.

Baca juga: Cegah Corona, kini beli BBM-pelumas Pertamina bisa diantar ke rumah

Baca juga: Pertamina Lubricants pasarkan pelumas LCGC di Sumatera

Baca juga: Pertamina ekspansi distribusi pelumas ke Bangladesh

Baca juga: Dr Lube, aplikasi pilih pelumas dari Pertamina Lubricants

Pewarta: A Malik Ibrahim
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar