Piala AFC

Pesaing Bali United resmi ganti nama tapi terancam di Piala AFC

Pesaing Bali United resmi ganti nama tapi terancam di Piala AFC

Foto ilustrasi: Pesepak bola Ceres Negros FC De Murga meluapkan kegembiraan usai bertanding melawan Persija Jakarta pada pertandingan keempat fase Grup G Piala AFC 2019 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (23/4/2019). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/pras.

Jakarta (ANTARA) - Klub pesaing Bali United di Piala AFC, Ceres Negros, resmi mengganti nama menjadi United City Football Club setelah perusahaan MMC Sportz Asia mengakuisisinya namun mereka terancam tak bisa tampil pada turnamen antar-klub Asia tersebut.

Dalam regulasi turnamen AFC Cup, klub tak boleh mengganti nama setelah menjalani pertandingan pertama. Maka dari itu, pemilik yang baru akan berbicara pada federasi sepak bola Filipina (PFF) untuk melobi AFC.

"Kami sekarang tengah mengajukan izin kepada PFF untuk mengganti nama menjadi United City Football Club," ujar Chief Executive Officer MMC Sportz Asia Eric Gottschalk seperti dilansir dari laman Kantor Berita Filipina (PNA) yang dipantau di Jakarta, Jumat.

"Kami menyampaikan ucapan terima kasih kepada Yanson dan timnya yang sudah sepakat memindahkan kepemilikan klub ke nama kami. Ini akan membuat pemain bisa kembali berpartisipasi di Liga Filipina. Kami juga berharap bisa terus bermain di Piala AFC untuk musim 2020," kata dia menambahkan.

Baca juga: Saingan Bali United di Piala AFC cari investor baru

CEO lama klub, Leo Rey Yanson, terpaksa melepaskan kepemilikannya karena masalah finansial akibat pandemi COVID-19 yang merebak di negaranya. Apalagi belum ada tanda-tanda akan dimulainya kompetisi membuat situasi kian memburuk.

Menurutnya, mereka berupaya mempertahankan pemain yang telah bergabung sebelumnya. Dari 21 pemain, baru 16 yang menyatakan komitmennya tetap bermain di bawah nama baru klub.

Mereka juga berupaya tetap mempertahankan pelatih Risto Vidakovic serta manajer Ace Bright dalam susunan organisasi, termasuk karyawannya.

"Tujuannya untuk tetap mempertahankan tim dan staf sebanyak mungkin dan memberikan mereka kesempatan untuk tetap bermain sepak bola di tengah tantangan yang dihadapi semua orang," kata dia.

Baca juga: Bali United jadi juru kunci setelah ditaklukkan Ceres

Pada musim ini mereka masih berjibaku di Piala AFC dan berada satu grup bersama Bali United, Than Quang Ninh (Vietnam), serta Svay Rieng (Kamboja).

Bahkan peluang mereka untuk lolos dari babak penyisihan grup terbuka lebar, pasalnya mereka menduduki posisi pertama dengan tujuh poin dari tiga laga yang telah dijalani.

Sebelumnya, pelatih Bali United Stefano Cugurra "Teco" menilai bahwa anak-anak asuhnya masih punya peluang untuk lolos ke putaran berikutnya di Piala AFC 2020 yang rencananya akan dilanjutkan pada tahun ini.

"Ya, Bali United masih ada peluang di Piala AFC 2020. Saya pikir kami masih akan menjalani 3 pertandingan dengan 9 poin kemenangan. Tentunya dengan persiapan matang untuk bisa raih hasil positif," ujar Teco beberapa waktu lalu.

Baca juga: Teco yakin Bali United masih berpeluang lolos di Piala AFC
Baca juga: Piala AFC ditunda hingga batas waktu yang belum ditentukan

Pewarta: Asep Firmansyah
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Suporter aksi boikot, Fakhri: Timnas tetap beri yang terbaik

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar